Akselerasi Mitigasi Risiko Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Tingkat Puskesmas Sebagai Langkah Strategis Kewaspadaan Dini dan Respon Cepat KLB (Kejadian Luar Biasa) di Kabupaten Ngawi Jawa Timur
Abstract
Program Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. Namun, implementasi MBG juga berisiko menimbulkan foodborne disease dan Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat lemahnya pengawasan keamanan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis permasalahan mitigasi risiko program MBG di tingkat Puskesmas serta merumuskan langkah strategis kewaspadaan dini dan respon cepat KLB di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis data kasus keracunan pangan MBG, studi regulasi, dan pendekatan analisis masalah 5M+1E. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode September 2025–Januari 2026 terjadi empat kasus dugaan keracunan pangan MBG yang berdampak pada 1.425 anak di Kabupaten Ngawi. Faktor utama penyebab lemahnya mitigasi risiko meliputi keterbatasan kapasitas Tim Gerak Cepat (TGC), minimnya anggaran dan sarana, surveilans kewaspadaan dini yang masih reaktif, keterbatasan teknologi pengujian pangan, serta lemahnya sinergitas lintas sektor. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan akselerasi mitigasi risiko melalui penguatan regulasi berjenjang, reaktivasi TGC, pembentukan Food Safety Patrol berbasis sekolah dan desa, fasilitasi logistik dan anggaran, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan keamanan pangan MBG dan mempercepat deteksi dini KLB secara efektif.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wedyodiningrat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




