Strategi Edukasi Keamanan Informasi Melalui Penguatan Etika Bermedia Sosial Sebagai Mitigasi Perundungan Siber Bagi Pelajar Di Kabupaten Ngawi
Keywords:
Cyberbullying; Keamanan Informasi, Kebijakan Publik; Literasi DigitalAbstract
Kapasitas Perundungan siber menjadi tantangan serius dalam transformasi digital di Kabupaten Ngawi, terutama di kalangan pelajar sebagai kelompok pengguna media sosial paling aktif. Tingginya intensitas penggunaan internet yang tidak diimbangi dengan kematangan etika digital memicu meningkatnya konflik dan kekerasan berbasis ruang siber. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar permasalahan perundungan siber serta merumuskan strategi edukasi keamanan informasi berbasis penguatan etika bermedia sosial. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis data empiris, studi kasus lokal, dan kajian kebijakan keamanan informasi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab utama meliputi rendahnya literasi etika digital, lemahnya deteksi dini di sekolah, minimnya pengawasan orang tua, belum optimalnya layanan pengaduan publik, serta belum adanya kebijakan daerah yang terintegrasi. Penelitian ini merekomendasikan program “Ngawi Smart and Ethical Digital Citizens” melalui penguatan kurikulum etika digital, revitalisasi sistem pengaduan ramah anak, peningkatan kapasitas guru dan orang tua, serta kampanye publik berbasis media digital yang relevan dengan generasi muda. Implementasi kebijakan secara bertahap hingga tahun 2030 diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang aman, berkarakter, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ngawi
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wedyodiningrat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.




