CERDAS: Inovasi Hemat Energi RSUD dr. Soeroto demi Layanan Pasien Tanpa Henti

Penggunaan listrik di rumah sakit bukanlah perkara yang dapat sepelekan. Tota biaya bulanan yang digelontorkan rumah sakit mencapai sekitar Rp150 juta. Konsumsi energi di RSUD dr. Soeroto Ngawi menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen pengelola. Selama ini pemantauan listrik hanya dilakukan manual sebulan sekali, sehingga sering terjadi kendala seperti lonjakan beban mendadak, panel longgar, hingga risiko padam dan kebakaran yang bisa mengganggu pelayanan pasien. Menanggapi adanya persoalan tersebut, RSUD dr. Soeroto Ngawi melahirkan inovasi CERDAS (Cek Energi dan Real Time Data Sistem), sebuah terobosan berbasis teknologi untuk mengawasi penggunaan energi listrik secara cepat, akurat, dan real time.

Aplikasi gratis blynk.cloud dimanfaatkan untuk program CERDAS yang memungkinkan pemantauan parameter kelistrikan pada panel induk maupun pembagi di seluruh area rumah sakit. Data konsumsi energi dapat diakses kapan saja melalui gawai manajemen maupun tim teknis, sehingga anomali langsung terdeteksi sebelum menimbulkan kerusakan fatal. Tidak hanya meminimalkan risiko kebakaran atau padam, sistem ini juga membantu menyeimbangkan beban tiap fasa listrik agar tagihan tidak membengkak. “Kalau dulu pemantauan sebulan sekali, sekarang setiap detik kami bisa tahu kondisi panel. Ini membuat pengelolaan energi jauh lebih efisien,” jelas Ibnu Riyanto, inisiator CERDAS sekaligus ASN RSUD dr. Soeroto.

Direktur RSUD dr. Soeroto menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar penghematan, melainkan jaminan mutu layanan kesehatan. “Rumah sakit harus memastikan listrik tetap stabil. Pasien tidak boleh dirugikan hanya karena ada gangguan teknis. Dengan CERDAS, pelayanan tetap berjalan, biaya bisa ditekan, dan keamanan terjamin. Ini bentuk komitmen kami menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan,” tegasnya. Inovasi program CERDAS selaras dengan agenda pemerintah daerah dalam mengedepankan teknologi hijau dan efisiensi energi di sektor publik.

Semenjak diimplementasikan pada Mei 2024, CERDAS terbukti memberikan manfaat nyata, seperti monitoring energi menjadi lebih transparan, biaya operasional menurun, dan potensi kebocoran daya bisa ditekan. Inovasi ini juga telah menarik perhatian daerah lain seperti Kota Madiun yang mulai mereplikasi sistem serupa. Bagi RSUD dr. Soeroto, CERDAS adalah bukti bahwa transformasi digital tak hanya menyentuh aspek medis, tetapi juga manajemen energi yang vital. Inovasi ini menjadi langkah awal untuk Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan diri sebagai daerah yang berani berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik dan berkelanjutan.

Scroll to Top