PELITA KUMBANG: Langkah RSUD dr. Soeroto Ngawi Lawan Stunting dan Gangguan Tumbuh Kembang Anak

Angka stunting di Kabupaten Ngawi memang menunjukkan penurunan, dari 14% pada 2023 menjadi 9,64% pada Agustus 2024. Namun, persoalan gizi buruk, keterlambatan bicara, hingga gangguan tumbuh kembang pada balita masih menjadi pekerjaan rumah besar. Situasi inilah yang melahirkan adanya inovasi PELITA KUMBANG (Pelayanan Terintegrasi Pada Anak untuk Mencapai Tumbuh Kembang Optimal), sebuah inovasi layanan kesehatan anak dari RSUD dr. Soeroto Ngawi yang digagas oleh dr. Melita Widyatutti, Sp.A. Program ini tidak sekadar memberi layanan kuratif, tetapi lebih menekankan pencegahan, deteksi dini, dan edukasi bagi orang tua.

Pada praktiknya, PELITA KUMBANG mengintegrasikan berbagai layanan mulai dari pemeriksaan kesehatan rutin, pemantauan gizi, imunisasi, hingga evaluasi tumbuh kembang dengan instrumen seperti Buku KIA dan SDIDTK. Tim juga melibatkan tenaga lintas profesi mulai dari dokter anak, dokter spesialis mata, THT, psikolog, terapis okupasi, hingga terapis wicara demi memberikan penanganan yang komprehensif untuk pasien. Program ini bahkan terjun langsung ke lapangan melalui kerja sama dengan puskesmas di Paron dan Kasreman, sehingga pelayanan benar-benar menjangkau anak-anak yang membutuhkan.

Direktur RSUD dr. Soeroto menekankan bahwa inovasi ini menjadi bagian dari upaya membangun generasi sehat. “Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Lewat PELITA KUMBANG, kami berupaya memastikan setiap anak di Ngawi mendapat kesempatan tumbuh optimal tanpa terkendala masalah gizi atau keterlambatan perkembangan. Ini bukan hanya tugas rumah sakit, tetapi misi bersama untuk masa depan bangsa,” ujarnya. Kehadiran program ini sekaligus menjadi bukti komitmen RSUD dr. Soeroto dalam memperkuat peran promotif dan preventif layanan kesehatan.

Sejak diuji coba pada awal 2024, hasilnya sudah mulai terasa. Puluhan balita yang semula mengalami keterlambatan bicara kini menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat terapi wicara terintegrasi dengan stimulasi di rumah. Anak-anak dengan gangguan gizi berhasil menunjukkan peningkatan berat badan, sementara kasus yang membutuhkan rujukan lebih lanjut dapat segera ditangani di rumah sakit rujukan regional. Lebih dari sekadar program kesehatan saja, PELITA KUMBANG adalah jaring pengaman yang menyatukan rumah sakit, puskesmas, tenaga kesehatan, dan orang tua dalam satu gerakan bersama melawan stunting dan gangguan tumbuh kembang.

Scroll to Top