Bukan Sekadar Senam, SEPATU PUCAT Jadi Terobosan Pemulihan Ibu Pasca Melahirkan

Banyak orang sering beranggapan perjuangan seorang ibu berakhir ketika bayi lahir. Pada kenyataannya, fase nifas justru menjadi masa penuh risiko yang sering terabaikan. Ibu pasca melahirkan tidak hanya menghadapi rasa sakit akibat luka persalinan, baik normal maupun operasi sesar, tetapi juga harus berjuang melawan kemungkinan perdarahan, infeksi, serta gangguan otot panggul. Selain itu, masalah psikologis seperti baby blues hingga depresi pascapersalinan sering muncul dan membebani kondisi mental ibu. Sayangnya, perhatian keluarga maupun masyarakat lebih sering terfokus pada bayi, sementara ibu dibiarkan menghadapi proses pemulihan yang seharusnya mendapat perhatian serius. Berangkat dari kegelisahan tersebut, RSUD Geneng Kabupaten Ngawi meluncurkan inovasi bernama SEPATU PUCAT (Senam Nifas Bantu Pulih Cepat Sehat) yang mulai diimplementasikan sejak Juli 2024 untuk memastikan ibu pasca persalinan memperoleh layanan kesehatan yang lebih menyeluruh.

Program SEPATU PUCAT dirancang sebagai langkah sederhana sekaligus efektif untuk mempercepat pemulihan ibu setelah melahirkan. Melalui senam nifas, ibu diajak bergerak enam jam setelah persalinan normal atau delapan jam setelah operasi sesar. Gerakan yang terstruktur membantu mengembalikan kekuatan otot perut, panggul, dan punggung, sekaligus memperbaiki sirkulasi darah agar tubuh lebih cepat pulih. Senam ini juga terbukti menurunkan tinggi fundus uteri, mengurangi rasa nyeri, serta menstabilkan hormon yang memengaruhi suasana hati. Dengan demikian, ibu lebih mudah mengendalikan emosi dan terhindar dari baby blues. Inovasi ini tidak berhenti di ruang rawat inap saja karena setiap ibu dibekali buku saku, leaflet, dan video tutorial agar mampu melanjutkan latihan secara mandiri di rumah. Upaya tersebut membuat proses pemulihan tidak terputus ketika pasien meninggalkan rumah sakit.

Direktur RSUD Geneng menegaskan bahwa SEPATU PUCAT menjadi bentuk nyata kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan ibu pasca persalinan. Menurutnya, program ini bukan sekadar aktivitas olahraga sederhana, melainkan wujud komitmen untuk memastikan ibu pulih lebih cepat, terhindar dari risiko komplikasi, dan mampu menjalankan peran barunya sebagai seorang ibu dengan kondisi fisik dan mental yang lebih baik. Ia menambahkan, jika ibu sehat dan bahagia, bayi pun akan tumbuh lebih kuat karena mendapat asupan ASI yang berkualitas serta perhatian penuh dari ibunya. Program ini sekaligus mendukung implementasi Permenkes No. 21 Tahun 2021 tentang pelayanan kesehatan pasca melahirkan yang menekankan pentingnya pemulihan fisik dan dukungan psikologis sebagai satu kesatuan layanan.

Sejak diterapkan, SEPATU PUCAT menunjukkan dampak positif bagi ibu nifas di RSUD Geneng. Banyak ibu mengaku merasa lebih bugar, energinya cepat kembali, dan lebih siap menjalani proses menyusui. Risiko komplikasi menurun, sedangkan tingkat kepuasan pasien meningkat. Kesuksesan ini membuat inovasi tersebut direplikasi di daerah lain seperti Kabupaten Blitar dan Kota Madiun. Replikasi ini membuktikan bahwa inovasi pelayanan publik bisa berawal dari langkah sederhana yang terstruktur dengan baik. RSUD Geneng menunjukkan bahwa senam nifas yang dilengkapi edukasi berkelanjutan mampu membantu ibu pulih lebih cepat, menciptakan keluarga yang lebih harmonis, dan menyiapkan generasi baru yang tumbuh sehat sejak awal kehidupannya.

Scroll to Top