Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi mengimplementasikan program inovasi SEPEDAKU (Sekolah Peduli dan Berbudaya Lingkungan) sejak 20 Februari 2024. Program ini merupakan langkah nyata dalam membentuk generasi muda yang peduli lingkungan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim.
Program SEPEDAKU menyasar sekolah dasar, SMP, hingga SMA/SMK di Kabupaten Ngawi. Melalui gerakan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan lingkungan secara teoritis, tetapi juga praktik nyata seperti pengelolaan bank sampah, penghijauan sekolah, konservasi air dan energi, serta lomba inovasi lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi menyampaikan bahwa program ini lahir dari keresahan atas kerusakan lingkungan, minimnya pendidikan lingkungan di sekolah, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. “Kami ingin sekolah menjadi agen perubahan. Melalui SEPEDAKU, siswa dibiasakan memilah sampah, hemat energi, hingga mengembangkan kreativitas dalam pengelolaan lingkungan,” ujarnya.
SEPEDAKU dirancang dengan tahapan yang sistematis mulai dari persiapan, pelaksanaan, penguatan program, hingga evaluasi dan pengembangan. Hasil awal menunjukkan sekolah-sekolah yang berpartisipasi mengalami penurunan timbulan sampah, lingkungan menjadi lebih rindang, dan siswa lebih disiplin menjaga kebersihan.
Selain itu, SEPEDAKU juga mendapat dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk dinas pendidikan, LSM, UMKM pengolahan sampah, hingga orang tua siswa. Kolaborasi lintas sektor ini memastikan program dapat berkelanjutan dan direplikasi di sekolah lain.
Dengan adanya program SEPEDAKU, Kabupaten Ngawi menargetkan terciptanya sekolah-sekolah Adiwiyata yang bukan hanya mencetak siswa cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter peduli lingkungan. Harapannya, lulusan sekolah di Ngawi menjadi generasi hijau yang mampu menghadapi tantangan perubahan iklim di masa depan.