Ngawi – Kabupaten Ngawi kembali menghadirkan inovasi pengelolaan lingkungan hidup melalui program PELITA HATI (Pengolahan Lingkungan Sekitar untuk Kelestarian Hayati). Program ini resmi diimplementasikan sejak 4 April 2024 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi sebagai bentuk kepedulian terhadap penanganan sampah taman yang selama ini belum dikelola secara berkelanjutan.
Sampah dari penataan taman seperti daun kering, rumput, ranting, dan batang tanaman—selama ini hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Padahal, sebagian besar sampah tersebut bersifat organik dan masih bisa dimanfaatkan.
Melalui PELITA HATI, sampah organik diolah langsung di lokasi taman menjadi kompos, bibit hasil stek dan cangkok, hingga pakan ternak. Daun kering diubah menjadi kompos untuk pemeliharaan taman, ranting digunakan sebagai kayu bakar, sementara bibit tanaman baru hasil stek dan cangkok ditanam kembali atau dibagikan ke masyarakat.
Hingga Maret 2024, PELITA HATI berhasil mengolah sekitar 50% sampah taman menjadi kompos, 40% dimanfaatkan melalui stek dan cangkok, dan hanya 10% yang masih menjadi residu ke TPA. Selain itu, program ini juga telah memproduksi 4.320 bibit tanaman baru, 138 hasil cangkok siap tanam, serta 400 cangkokan dalam proses.
Inovasi ini bukan hanya menekan volume sampah ke TPA, tetapi juga menghemat biaya pembelian pupuk kimia, menghasilkan bibit bernilai ekonomi, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian lingkungan. Lingkungan taman pun menjadi lebih rindang, tertata, dan memberi kenyamanan bagi pengunjung.
Program ini melibatkan OPD, petugas taman, hingga masyarakat secara langsung, sehingga tercipta rasa memiliki dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan prinsip zero waste, PELITA HATI membuktikan bahwa inovasi sederhana dan berbasis lokal mampu menghadirkan solusi nyata dalam menciptakan taman yang indah, produktif, dan berkelanjutan.