Kabupaten Ngawi kembali mencatat langkah maju dalam pelayanan publik melalui inovasi Jempol Permadani (Jemput Bola Pelayanan Perekaman Manula dan Disabilitas) yang digagas oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Program ini resmi diimplementasikan sejak 18 Februari 2023 dan dirancang untuk menjawab tantangan akses layanan administrasi kependudukan di wilayah terpencil.
Pelayanan ini hadir sebagai solusi atas kendala geografis Kabupaten Ngawi yang memiliki wilayah luas dengan daerah pegunungan dan dataran tinggi. Masyarakat, khususnya manula dan penyandang disabilitas, seringkali mengalami kesulitan datang ke kantor Disdukcapil. Melalui Jempol Permadani, petugas mendatangi langsung domisili warga dengan membawa perangkat perekaman KTP-el portabel sehingga proses perekaman biometrik dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Kepala Disdukcapil Ngawi, Ahmad Budi Susanto, menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan dokumen kependudukan seperti KTP-el, KK, dan akta kelahiran, tetapi juga meningkatkan validitas database kependudukan. Hingga kini, tercatat 1.808 warga manula dan disabilitas telah terlayani, terdiri dari 647 laki-laki dan 1.161 perempuan. Data ini sangat penting untuk mendukung berbagai layanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga bantuan sosial.
Dengan adanya layanan jemput bola ini, masyarakat mengaku lebih terbantu karena tidak lagi terkendala biaya, jarak, maupun kondisi fisik. Program Jempol Permadani juga memastikan bahwa kelompok rentan tetap memiliki hak yang sama dalam memperoleh identitas hukum yang sah. Inovasi ini sekaligus memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan prima, inklusif, dan berkelanjutan di bidang administrasi kependudukan.