Ngawi – Puskesmas Kasreman, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi baru dalam penanganan kesehatan balita lewat program PANDU GABUT (Penanganan Terpadu Balita dengan Gangguan Pertumbuhan). Inovasi ini resmi diimplementasikan sejak Maret 2023 dan menjadi solusi atas tingginya kasus stunting, gizi buruk, serta TBC pada balita di wilayah Kasreman.
Program ini digagas oleh dr. Titis Prasetio, ASN Puskesmas Kasreman, setelah melihat masih banyak balita yang mengalami gangguan tumbuh kembang dan kasus TBC yang meningkat dari 2 balita pada 2022 menjadi 25 balita pada 2023–2024. Kondisi ini diperparah dengan adanya anak yang sulit dirujuk ke rumah sakit karena kendala ekonomi maupun sosial.
Melalui PANDU GABUT, puskesmas bekerja sama dengan RSUD Soeroto Ngawi menghadirkan layanan Pemeriksaan Kesehatan Anak Terintegrasi (PKAT) langsung di desa. Tim medis terdiri dari dokter spesialis anak, ahli gizi, serta perawat perinatologi, yang memberikan pemeriksaan, konseling, hingga terapi gizi. Dalam satu kegiatan, sedikitnya 35 balita prioritas mendapat layanan kesehatan terintegrasi.
Hasilnya cukup mencengangkan. Sejak berjalan, program ini berhasil menemukan berbagai kasus penting: 8 balita mengalami speech delay, 1 balita dengan penyakit jantung bawaan yang segera dirujuk ke RS Moewardi Surakarta dan sudah dioperasi, hingga ratusan balita yang berhasil naik berat badannya setelah sempat stagnan berbulan-bulan.
Tak hanya itu, pada tahun 2024 saja tercatat 683 balita berhasil naik berat badan, 25 kasus TBC balita dapat ditangani dengan pelacakan kontak, dan kasus gizi buruk serta stunting menurun signifikan. Program ini juga membantu efektivitas penggunaan anggaran PMT lokal, karena dapat dialihkan ke balita lain yang lebih membutuhkan.
Atas keberhasilannya, PANDU GABUT telah masuk dalam daftar inovasi daerah Kabupaten Ngawi dan bahkan sudah direplikasi ke daerah lain seperti Magetan, Blitar, Kota Madiun, hingga Bangkalan. Dengan cakupan manfaat lebih dari 500 balita, inovasi ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi layanan kesehatan primer dan rumah sakit dapat mencegah stunting, mengurangi kasus gizi buruk, sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC.
“Harapannya, inovasi ini bisa terus berlanjut dan direplikasi di daerah lain sehingga semua balita Indonesia mendapat kesempatan tumbuh sehat, bebas gizi buruk dan TBC,” ujar pihak Puskesmas Kasreman.