Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Keuangan meluncurkan inovasi “Klinik Akuntansi”, sebuah wadah konsultasi yang dirancang khusus untuk membantu organisasi dalam menyusun laporan keuangan yang akurat, transparan, dan sesuai standar akuntansi berbasis akrual. Inovasi ini hadir sebagai bentuk komitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), tertib, dan akuntabel dalam pengelolaan keuangan daerah.
Klinik Akuntansi menjadi solusi nyata bagi perangkat daerah yang kerap menghadapi kendala dalam penyusunan laporan. Para pegawai Badan Keuangan mendampingi peserta dalam menginput saldo awal, membuat jurnal penyesuaian, hingga menyusun laporan keuangan. Lebih dari sekadar bimbingan teknis, para peserta juga mendapatkan wawasan baru tentang regulasi, standar akuntansi, dan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas laporan keuangan.
Kepala Badan Keuangan Kabupaten Ngawi menegaskan, Klinik Akuntansi bukan hanya forum konsultasi, melainkan juga ruang belajar dan berbagi. “Melalui klinik ini, kami ingin memastikan setiap organisasi mampu menyusun laporan keuangan yang akurat dan sesuai standar. Bahkan, peserta bisa saling bertukar pengalaman, berdiskusi, hingga menjalin silaturahmi,” ujarnya. Kehadiran inovasi ini pun telah menarik perhatian berbagai daerah lain, terbukti dengan adanya replikasi di Kabupaten Blitar dan Mojokerto.
Klinik Akuntansi juga mendapatkan dukungan penuh dari Bappeda Ngawi, yang turut mendampingi jalannya inovasi agar selaras dengan arah pembangunan daerah. Kolaborasi ini memastikan bahwa penyusunan laporan keuangan tidak hanya sekadar administrasi, melainkan juga bagian dari strategi perencanaan pembangunan yang terintegrasi. Dengan sinergi antara Badan Keuangan, Bappeda, akademisi dari Sekolah Vokasi UNS, serta Pusdatin Kemendagri, inovasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak tercapainya laporan keuangan daerah yang berkualitas dan konsisten meraih opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).