Dinas P3KB Kabupaten Ngawi menyambut positif ajakan Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri untuk menjadikan aplikasi Tuxedovation sebagai acuan utama dalam mereplikasi inovasi pelayanan publik. Tuxedovation merupakan sebuah platform digital yang menghimpun lebih dari 14.000 inovasi daerah beserta dokumentasi visual berupa video, sehingga memudahkan pemerintah daerah dalam mencari ide-ide terbaik sesuai kebutuhan lokal. Dengan pendekatan Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM), aplikasi ini membuka peluang bagi Ngawi untuk mempercepat proses adopsi inovasi yang telah terbukti efektif di daerah lain tanpa perlu memulai dari awal
Manfaat utama Tuxedovation, menurut Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo, adalah memastikan keberlanjutan dan pertumbuhan ekosistem inovasi. Inovasi yang diadopsi dari aplikasi akan membantu pemerintah daerah, termasuk Ngawi, untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik secara signifikan, memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Selain memperkaya jumlah inovasi, metode ini juga meningkatkan kematangan inovasi daerah—mendorong inovasi yang telah ada untuk terus berkembang dan beradaptasi dengan konteks local
Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas P3KB Ngawi akan melakukan langkah strategis seperti melakukan pemetaan inovasi yang paling relevan dengan kebutuhan sektor pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana. Rencana ke depan juga mencakup pelatihan bagi pejabat dan staf, fasilitasi adaptasi inovasi terpilih, serta koordinasi antar sektor—agar inovasi Tuxedovation yang diadopsi dapat diintegrasikan secara efektif. Hal ini sejalan dengan prinsip ATM yang ditetapkan BSKDN yakni mengamati praktik baik, menyesuaikan dengan karakteristik lokal, dan memodifikasi demi menghasilkan inovasi yang tepat guna bagi warga Ngawi
Dengan mengintegrasikan Tuxedovation sebagai alat replikasi inovasi, Dinas P3KB akan memperkuat kapasitas daerah dalam berinovasi secara berkelanjutan. Kolaborasi lintas sektor—termasuk pemerintah desa, akademisi, dan lembaga masyarakat—akan menjadi kunci transformasi inovasi menjadi solusi praktik nyata. Pendekatan ini tidak hanya akan meningkatkan indeks inovasi daerah (IID), tetapi juga memperkuat nilai pelayanan publik yang ramah anak, inklusif gender, dan responsif keluarga di Kabupaten Ngawi. Sebuah langkah strategis untuk menyongsong Ngawi yang lebih inovatif dan manusiawi.