Karanganyar punya gebrakan baru yang nggak main-main. Bukan cuma soal dapur, tapi soal masa depan! Lewat inovasi “GEBUK PARI” (Gerakan Ibu Karanganyar Produktif, Adaptif dan Mandiri), para ibu-ibu PKK dari desa se-Kecamatan Karanganyar kini tak hanya berkutat di urusan rumah tangga, tapi juga mulai menggeliat jadi pelaku ekonomi kreatif yang siap mandiri. Program ini adalah bentuk nyata pemberdayaan perempuan yang diselenggarakan melalui pelatihan langsung di pendopo kecamatan, mulai dari bikin olahan makanan non-beras seperti kue lumpur perenggi, sampai bikin tas minimalis yang lucu tapi fungsional.
Dengan sokongan penuh dari Kecamatan Karanganyar dan narasumber dari PKK Kabupaten, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Para peserta langsung praktek, tanya jawab, dan berani eksplorasi. Serunya lagi, semangat emak-emak di kelas ini lebih panas dari gorengan di wajan! Nggak cuma semangat bikin, mereka juga mulai punya visi berjualan. Harapan besar muncul dari kegiatan ini—terciptanya UMKM-UMKM baru yang digawangi oleh para ibu rumah tangga yang dulu mungkin belum tahu potensi dirinya.
Kegiatan ini bukan cuma ngasih resep atau cara bikin tas, tapi lebih dalam: tentang menumbuhkan jiwa wirausaha dan ketahanan ekonomi keluarga. Di balik ide “masak tanpa beras” dan “tas dari bahan simpel”, ada visi besar untuk memperkuat ketahanan pangan dan membuka peluang ekonomi rumah tangga yang inklusif. Para ibu didorong untuk tidak bergantung semata pada penghasilan suami, tapi punya penghasilan sendiri dari produk yang mereka ciptakan.
Hasilnya? Para peserta merasa kegiatan ini bermanfaat banget. Mereka jadi tahu cara memanfaatkan bahan lokal, punya skill baru, dan yang paling penting: percaya diri untuk mulai berwirausaha. “GEBUK PARI” bukan cuma pelatihan, tapi juga cambukan semangat—bahwa dari dapur dan ruang tamu, para ibu bisa turut gerak memajukan perekonomian keluarga dan desa. Dan siapa sangka, gebukan emak-emak ini bisa jadi penggerak ekonomi mikro yang luar biasa?