Puskesmas Kauman di Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi kembali menunjukkan inovasi dalam pelayanan kesehatan lewat penyelenggaraan Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan III. Acara yang melibatkan Camat, jajaran Forpimcam, Kepala Desa, Ketua TP PKK, serta kader Posyandu ini menjadi momen penting dalam mempererat sinergi antar pemangku kepentingan demi meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Dengan pendekatan lintas sektor, Puskesmas Kauman mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam upaya promotif dan preventif kesehatan.
Fokus utama lokakarya ini adalah penanganan stunting dan monitoring tumbuh kembang balita, isu krusial yang menjadi perhatian serius di daerah ini. Selain diskusi, Puskesmas Kauman meluncurkan beberapa inovasi berbasis komunitas yang kreatif dan efektif, seperti pembentukan Kalita (Kader Peduli Balita), program Susiantiprimil (Suami Antar Istri Periksa Hamil), serta pembentukan Forjas (Forum Remaja Sehat) dan Posyandu Remaja. Inisiatif ini tidak hanya memperluas cakupan layanan, tapi juga menumbuhkan kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, dalam menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.
Dampak positif dari inovasi ini sudah mulai terasa, terutama dalam peningkatan pemantauan tumbuh kembang balita dan kehamilan yang melibatkan keluarga secara aktif. Program-program seperti Forum Remaja Sehat dan Posyandu Remaja membuktikan bahwa pendekatan kesehatan yang holistik bisa menggabungkan peran preventif dan kuratif secara simultan, sekaligus mendorong remaja menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka. Diskusi lintas instansi juga membuka ruang evaluasi dan penyusunan strategi bersama untuk menyempurnakan program yang sedang berjalan.
Ke depan, Lokakarya Mini ini berpotensi menjadi model yang dapat direplikasi di kecamatan dan kabupaten lain di Ngawi. Kolaborasi inovatif antar sektor dan keterlibatan masyarakat menjadikan Puskesmas Kauman sebagai pionir transformasi pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Dengan konsistensi dan komitmen bersama, tujuan jangka panjang berupa pengurangan stunting, peningkatan kesadaran gizi, serta penguatan sistem layanan kesehatan masyarakat dapat tercapai secara optimal.