PE GASKAN GO: Terobosan Digital Puskesmas Kwadungan Percepat Penanganan DBD & Chikungunya

Puskesmas Kwadungan Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi PE GASKAN GO (Penyelidikan Epidemiologi Menggunakan Google Form, Google Sheets, dan Google Maps) untuk mempercepat penanganan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya. Program ini lahir dari kebutuhan mendesak akan sistem deteksi cepat dan akurat. Adanya sistem ini, petugas dapat menindaklanjuti laporan kasus dalam hitungan jam, tanpa harus menunggu proses manual yang lambat.

Inovasi ini bekerja dengan cara yang sederhana tetapi berdampak besar. Petugas lapangan mengisi data langsung lewat Google Form, lalu data otomatis tersimpan di Google Sheets dan terpetakan melalui Google Maps. Dengan begitu, setiap kasus baru bisa terdeteksi, dipetakan, dan dianalisis kurang dari 24 jam. Sistem ini juga membantu tenaga kesehatan mengenali pola penyebaran penyakit berdasarkan orang, waktu, tempat, dan faktor risiko. Hasil analisis segera memandu mereka mengambil tindakan pencegahan dan penanggulangan yang tepat sasaran.

Keunggulan PE GASKAN GO terlihat dari efisiensi waktu dan akurasi data. Visualisasi kasus DBD dan Chikungunya membuat tenaga kesehatan dapat menentukan radius penanggulangan secara tepat. Puskesmas juga membagikan hasil temuan kepada masyarakat agar mereka ikut memahami kondisi lingkungannya. Selain itu, tim mengubah link pengisian data yang panjang menjadi ringkas dengan Bitly agar mudah diakses. Pada 1 Oktober 2024, tim juga memperbarui tampilan sistem sehingga lebih estetik dan ramah pengguna. Pemerintah daerah mendukung penuh inovasi ini dengan memasukkannya dalam perencanaan program serta menyediakan anggaran keberlanjutan.

Hadirnya PE GASKAN GO membuktikan bahwa digitalisasi mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat. Program ini tidak hanya menekan angka kasus DBD dan Chikungunya, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan warga dalam menjaga lingkungan. Puskesmas Kwadungan menargetkan inovasi ini terus berkembang dan bisa direplikasi di daerah lain. Dengan teknologi sederhana namun tepat guna, masyarakat berpeluang hidup lebih sehat, tanggap, dan bebas dari penyakit menular.

Scroll to Top