Kabupaten Ngawi kembali melahirkan inovasi menarik di bidang pelayanan publik. Kali ini, Puskesmas Kwadungan menghadirkan SIMONSTER (Sistem Informasi Monitoring Integrasi Indikator Kinerja Pelaksanaan), sebuah inovasi digital yang dirancang untuk mengoptimalkan pencatatan dan pelaporan Indikator Kinerja Pelaksanaan (ILP). Selama ini, proses pencatatan ILP masih dilakukan secara manual, sehingga sering terkendala dalam hal keteraturan, akurasi, dan kecepatan pelaporan. Kehadiran SIMONSTER menjadi solusi praktis sekaligus strategis, karena memungkinkan pencatatan dilakukan secara digital, efisien, dan terintegrasi dalam satu sistem yang mudah diakses.
Inovasi SIMONSTER lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Puskesmas Kwadungan menyadari bahwa data kinerja yang tidak tercatat dengan baik dapat menghambat pelaporan program maupun evaluasi kegiatan. Melalui SIMONSTER, seluruh indikator kini bisa terdokumentasi secara rapi dan terstruktur. Sistem ini memudahkan tenaga kesehatan dan perangkat daerah dalam memantau capaian kinerja, sekaligus meningkatkan transparansi kepada masyarakat. Keunggulan lain dari SIMONSTER adalah akses online yang fleksibel, sehingga pencatatan maupun pelaporan dapat dilakukan kapan pun dan di mana pun. Dengan cara ini, Puskesmas Kwadungan mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus membangun budaya kerja yang lebih akuntabel.
Lebih dari sekadar alat pencatatan, SIMONSTER juga memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah (IID) yang dikelola oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Dengan sistem ini, Puskesmas Kwadungan berkontribusi langsung pada kualitas pelaporan kinerja di Kabupaten Ngawi. Data yang terintegrasi dan akurat akan memperkuat nilai IID sekaligus menunjukkan keseriusan daerah dalam berinovasi. Hal ini membuktikan bahwa unit pelayanan publik di tingkat puskesmas pun mampu menghasilkan gagasan kreatif yang berdampak luas bagi tata kelola pemerintahan. SIMONSTER menjadi contoh nyata bahwa inovasi bisa lahir dari kebutuhan lokal, lalu berkembang menjadi model yang layak ditiru di daerah lain.
Melalui SIMONSTER, Puskesmas Kwadungan tidak hanya meningkatkan efektivitas internal, tetapi juga mengubah paradigma pelayanan publik di Kabupaten Ngawi. Masyarakat kini dapat melihat bagaimana teknologi sederhana mampu memperkuat transparansi dan akuntabilitas pemerintahan. Inovasi ini menjadi bukti bahwa digitalisasi bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan penting untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih terbuka dan berorientasi pada hasil. Dengan keberhasilan SIMONSTER, Puskesmas Kwadungan menegaskan perannya sebagai pionir inovasi daerah yang mampu menghadirkan manfaat langsung bagi pemerintah, masyarakat, dan masa depan layanan publik di Ngawi.