Kabupaten Ngawi kembali mencatatkan langkah inovatif dalam bidang kesehatan melalui program ORBIT (Orang Tua Asuh Ibu Hamil Risiko Tinggi dan Balita Stunting Terintegrasi). Inovasi yang digagas oleh Puskesmas Sine ini hadir sebagai jawaban atas tantangan serius terkait ibu hamil dengan kekurangan energi kronis dan balita stunting. Meskipun prevalensi kasus stunting di wilayah Sine menunjukkan tren penurunan dari tahun ke tahun, jumlahnya masih cukup tinggi dan membutuhkan intervensi segera. Begitu pula dengan kasus ibu hamil yang memiliki risiko kesehatan, yang dari waktu ke waktu juga mengalami peningkatan. Kondisi ini mendorong perlunya strategi baru yang lebih menyeluruh dan melibatkan banyak pihak.
Melalui ORBIT, Puskesmas Sine mengajak lintas sektor untuk berkolaborasi. Mulai dari unsur pemerintahan, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, hingga sektor swasta ikut serta menjadi “orang tua asuh” bagi ibu hamil risiko tinggi dan balita stunting. Mereka berperan memberikan pendampingan intensif, baik dalam bentuk edukasi, konseling, maupun dukungan moral. Intervensi dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak lahir dan tumbuh, sehingga upaya pencegahan berjalan lebih maksimal. Pendekatan yang dilakukan meliputi penyuluhan gizi, kunjungan rumah secara rutin, kelas ibu hamil, pemantauan kesehatan berkala, hingga pemberian makanan tambahan yang berbasis pangan lokal.
Program ORBIT juga mengedepankan pendekatan personal yang membuat ibu hamil merasa lebih diperhatikan. Setiap ibu hamil dengan risiko tinggi mendapatkan pendampingan langsung dari orang tua asuh yang menemani proses kehamilan hingga persalinan. Para ibu didorong untuk rutin memeriksakan kandungan, mengonsumsi asupan gizi seimbang, serta melahirkan di fasilitas kesehatan yang memadai. Sementara itu, balita stunting dipantau tumbuh kembangnya secara lebih intensif, sekaligus mendapatkan tambahan asupan gizi sesuai kebutuhan. Pendampingan yang menyeluruh ini tidak hanya membantu memperbaiki kondisi fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikologis bagi keluarga agar semakin sadar pentingnya kesehatan ibu dan anak.
Hasil positif dari ORBIT mulai terlihat. Prevalensi stunting di wilayah Sine menunjukkan penurunan yang konsisten, dan ibu hamil dengan risiko tinggi semakin terpantau kesehatannya. Inovasi ini bahkan telah menarik perhatian daerah lain yang mulai mereplikasi model serupa. Keberhasilan ORBIT membuktikan bahwa inovasi lokal yang berawal dari puskesmas dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat luas. Dengan dukungan penuh dari pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, program ini diyakini mampu menjadi contoh inspiratif bagi percepatan pembangunan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.