SMP Negeri 4 Ngawi mengembangkan inovasi pembelajaran melalui KEBULI (Kebun Edukasi Budidaya Belimbing) Lir Ilir, yaitu kebun belimbing yang dimanfaatkan sebagai sarana belajar di luar kelas. Kebun ini dirancang untuk mendukung pembelajaran praktik, khususnya dalam mata pelajaran IPA, sekaligus mengenalkan siswa pada keterampilan dasar bercocok tanam. Dengan adanya kebun ini, siswa dapat mengamati langsung proses penanaman, perawatan, hingga panen belimbing, sambil mempelajari konsep biologi, lingkungan, dan pertanian secara sederhana. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan sikap peduli lingkungan, disiplin, dan kerja sama di antara siswa.
KEBULI Lir Ilir menjelma menjadi wadah eksplorasi lintas disiplin. Siswa bukan hanya mempelajari biologi, seperti fotosintesis dan siklus hidup tanaman. Melainkan juga matematika (menghitung jumlah bibit, memperkirakan hasil panen), bahasa (mendokumentasikan proses dalam tulisan reflektif), serta seni (mengkreasi poster edukasi tentang manfaat belimbing). Pembelajaran kolaboratif ini menumbuhkan rasa kepemilikan: tangan kotor setelah menyiram tanaman menjadi simbol keterlibatan, bukan ketiadaan. Setiap helai daun belimbing menjadi guru yang mengajarkan kesabaran, konsistensi, dan kerjasama dalam proyek pembelajaran nyata.
KEBULI Lir Ilir juga membudayakan semangat sains berbasis praktik. Disiplin ilmu seperti biologi, ekologi, dan pertanian hidup dalam rutinitas berkebun harian. Siswa diajak menjadi peneliti kecil, mencatat pertumbuhan, menguji kualitas tanah, dan membandingkan efektivitas pupuk organik. Mereka juga merancang eksperimen sederhana, seperti membandingkan pertumbuhan tanaman dengan pupuk kompos versus pupuk sintetis. Kolaborasi dengan guru dan pihak eksternal (seperti dinas pertanian atau komunitas lokal) semakin memperkaya perspektif mereka, membentuk siswa yang tidak hanya mahir teori, tetapi juga peka terhadap ekosistem dan inovatif dalam solusi lokal.
Resonansi positif dari KEBULI Lir Ilir telah melahirkan harapan akan model pendidikan yang lebih ramah lingkungan, kreatif, dan partisipatif. Mengembangkan jejaring seperti ini akan memicu budaya literasi sains dan agrikultur di tingkat lokal, serta menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya mengenal alam secara teori, tetapi menyentuh langsung akar pengetahuan dan keberlanjutan ekologis. KEBULI Lir Ilir adalah sinyal bahwa pendidikan bisa tumbuh dari tanah dan dari kasih sayang siswa terhadap masa depan yang hijau dan cerdas.