GENTONG TAMPIL: Kreativitas Desa merawat Identitas Pelestarian Lokal

Di tengah derasnya arus modernisasi, Desa Gentong dihadapkan pada kenyataan warisan budaya yang pernah menjadi identitas desa perlahan memudar. Kerajinan anyaman tampah, yang dahulu menjadi simbol kebanggaan dan sumber penghidupan, nyaris punah seiring menurunnya jumlah pengrajin dan minimnya minat generasi muda. Di sisi lain, kekayaan budaya lain seperti bahasa daerah, cerita rakyat, dan kesenian tradisional semakin terpinggirkan. Menyadari pentingnya mempertahankan jati diri lokal, warga bersama pemerintah desa melahirkan inovasi GENTONG TAMPIL (Gentong Tampah Inovatif Pelestari Identitas Lokal) sebagai langkah strategis untuk merevitalisasi budaya sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif.

Inovasi ini tidak sekadar menghidupkan kembali produksi tampah, tetapi juga membungkusnya dengan sentuhan modern agar selaras dengan selera pasar masa kini. Program ini dimulai dengan pendataan pengrajin yang masih tersisa, pelatihan keterampilan untuk warga dan siswa sekolah desa, hingga kolaborasi dengan UMKM dan BUMDes. Tampah yang dulunya hanya dikenal sebagai alat rumah tangga, kini hadir dalam desain kreatif untuk suvenir, hampers, hingga dekorasi interior. Pendekatan lintas generasi menjadi kunci pengrajin lansia berbagi keterampilan dan cerita, sementara pemuda berperan dalam desain, pemasaran, dan promosi melalui media digital.

Tak hanya fokus pada kerajinan, GENTONG TAMPIL juga menjadi wadah dokumentasi kekayaan budaya desa. Cerita rakyat, tradisi, dan bahasa lokal didigitalisasi dalam bentuk video, buku, dan konten media sosial, sehingga dapat diakses lintas generasi dan wilayah. Puncak dari upaya ini adalah penyelenggaraan Festival GENTONG TAMPIL setiap tahun, yang menghadirkan pertunjukan seni tradisional, pameran kerajinan, dan bazar produk lokal. Festival ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga magnet wisata yang memperluas jaringan pemasaran produk desa.

Hasilnyamasyarakat desa semakin bangga akan warisan budayanya, generasi muda terlibat aktif dalam pelestarian, dan perekonomian lokal terdongkrak oleh penjualan tampah inovatif. Keunggulan GENTONG TAMPIL terletak pada kemampuannya memadukan pelestarian identitas lokal dengan peluang ekonomi. Desa Gentong kini tak hanya dikenal sebagai penghasil tampah, tetapi juga sebagai contoh nyata bahwa budaya bisa menjadi kekuatan pembangunan. Dengan semangat “menganyam tradisi, menjalin masa depan,” GENTONG TAMPIL membuktikan bahwa menjaga warisan leluhur bukan berarti terjebak di masa lalu, tetapi justru membuka jalan menuju masa depan yang kreatif dan berdaya.

Scroll to Top