Kecamatan Paron menggagas inovasi Desa TANI yang berakar pada prinsip keempat kata kunci: Tanggap, Adil, Nyata, dan Independen. Desa ini didesain sebagai unit pemerintahan lokal yang responsif terhadap kebutuhan warganya baik dalam hal pangan, ekonomi, maupun kebijakan publik. “Tanggap” berarti cepat merespons tantangan seperti bencana alam atau kelangkaan pangan; “Adil” menjamin distribusi sumber daya, akses, dan kesempatan bagi seluruh warga tanpa diskriminasi; “Nyata” menegaskan tindakan konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat; sedangkan “Independen” mencerminkan semangat swasembada dan kemandirian desa dalam mengelola potensi sendiri. Bersama keempat pilar ini, Desa TANI menjadi model desa modern yang membumi dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam praktiknya, Desa TANI membentuk sistem tanggap darurat lokal misalnya, melalui posko warga ketika terjadi gagal panen atau bencana alam, yang segera menggalang bantuan pangan, distribusi benih, dan dukungan sosial. Pemerataan program pertanian, pendidikan, dan kesehatan ditegakkan secara adil dengan keberadaan forum musyawarah desa rutin semua warga diberi ruang menyalurkan suara dan usulan. Setiap inisiatif dibuat nyata mulai dari pengadaan alat pertanian komunal, pembentukan bank benih lokal, hingga pelatihan kewirausahaan bagi ibu-ibu dan pemuda desa. Semuanya dikelola secara independen melalui koperasi desa dan BAD (Badan Amal Desa), sehingga meminimalisir ketergantungan pada alokasi anggaran pusat atau bantuan bersyarat.
Hingga kini, desa-desa yang mengadopsi model TANI mencatat peningkatan produktivitas pertanian, penurunan angka kemiskinan, serta meningkatnya partisipasi warga dalam pengambilan keputusan. Lembaga koperasi menunjukkan kinerja keuangan positif, memungkinkan desa membeli alat pertanian canggih dan memperluas pasar produk lokal semuanya tanpa menunggu bantuan eksternal. Kesadaran warganya tumbuh: mereka merasa dilibatkan, diperlakukan adil, dan melihat hasilnya Sosok pemimpin desa pun diukur dari ketanggapannya; bukan sekadar perencana, tetapi pelaksana nyata ketika situasi kritis datang menghampiri.
Model Desa TANI menyimpan potensi besar sebagai blueprint replikasi di desa-desa lain di seluruh Indonesia terutama untuk memperkuat kedaulatan pangan, ekonomi lokal, dan ketahanan sosial. Kunci keberhasilannya terletak pada sinergi warga, kemandirian finansial desa, dan kepemimpinan yang responsif serta inklusif. Jika dipertajam dengan digitalisasi misalnya melalui sistem informasi desa tanggap bencana atau platform edukasi pertanian potensi manfaatnya akan semakin maksimal. Dengan demikian, Desa TANI bukan sekadar label, melainkan gerakan transformasi desa berkelanjutan, yang maknanya dirasakan setiap hari dari ladang ke rumah, dari hati ke tindakan nyata.