Di tengah tantangan gizi dan kesehatan anak, Desa Jatigembol, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi KAMPUNG ASIEK UMI SMART singkatan dari Kampung ASI Eksklusif Ibu Sadar Menyusui Anak Agar Hebat. Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran sekaligus praktik pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, serta dilanjutkan hingga usia dua tahun. Inisiatif ini lahir dari kepedulian pemerintah desa dan tenaga kesehatan terhadap rendahnya cakupan ASI eksklusif di masyarakat. Dengan menggabungkan edukasi, pendampingan, dan dukungan emosional bagi para ibu, program ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi terciptanya generasi yang sehat dan cerdas.
Pelaksanaan KAMPUNG ASIEK UMI SMART berfokus pada penguatan Kelompok Pendukung ASI (KP-ASI) yang secara rutin menggelar pertemuan bulanan. Kegiatan meliputi penyuluhan tentang Inisiasi Menyusu Dini (IMD), manfaat kolostrum, teknik menyusui yang tepat, hingga pengenalan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) sehat. Metode yang digunakan tidak sebatas ceramah, tetapi juga praktik langsung, simulasi, dan diskusi interaktif. Para ibu diberi kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, bertukar tips, serta memberi dukungan moral satu sama lain. Uniknya, program ini melibatkan lintas sektor: bidan desa, kader kesehatan, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat, yang bersama-sama menciptakan lingkungan ramah bagi ibu menyusui. Kehadiran suami dan keluarga juga dilibatkan agar tercipta dukungan penuh di rumah, karena keberhasilan menyusui ditentukan oleh peran seluruh anggota keluarga.
Dampak positif dari program ini mulai terlihat. Berdasarkan pemantauan kader, jumlah ibu yang berhasil memberikan ASI eksklusif meningkat signifikan. Hal ini terjadi berkat pendekatan komunitas yang intensif, sehingga setiap ibu merasa tidak sendirian menghadapi tantangan menyusui. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kelompok pendukung ASI mampu meningkatkan keberhasilan menyusui hingga hampir tiga kali lipat dibanding edukasi satu arah. Dampaknya tidak hanya pada keberhasilan pemberian ASI, tetapi juga pada penurunan risiko gizi buruk dan stunting sejak dini. Bayi yang mendapatkan ASI eksklusif terbukti memiliki daya tahan tubuh lebih baik, pertumbuhan optimal, serta perkembangan otak yang lebih maksimal. Para ibu pun mengaku lebih percaya diri dan mampu mengambil keputusan terbaik bagi kesehatan anak mereka.
Melihat keberhasilan awal, pemerintah desa menargetkan agar KAMPUNG ASIEK UMI SMART dapat diperluas ke seluruh dusun dan menjadi model percontohan di tingkat kabupaten. Ke depan, program ini akan didukung dengan media edukasi digital, pelatihan kader tambahan, serta kerja sama dengan puskesmas maupun lembaga swadaya masyarakat untuk memperluas jangkauan. Rencananya, kegiatan juga akan diintegrasikan dengan layanan Posyandu, sehingga setiap pemeriksaan balita sekaligus menjadi ajang pendampingan menyusui. Harapannya, desa dapat melahirkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting, yang diawali dari kesadaran sederhana namun berdampak besar memberikan ASI eksklusif dengan sepenuh hati. KAMPUNG ASIEK UMI SMART menjadi bukti bahwa pembangunan bangsa dapat dimulai dari desa, dari keluarga, dan dari setetes ASI yang penuh cinta.