Desa Gerih di Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi ramah lingkungan melalui program SABERLIKA (Sampah Berkah Limbah Kaca). Pemerintah desa bersama warga tidak tinggal diam melihat tumpukan pecahan botol, gelas, dan wadah kaca yang berbahaya dan sulit terurai. Mereka bergerak aktif mengubah masalah ini menjadi peluang dengan mengolah limbah kaca menjadi sumber daya bernilai. Program ini sekaligus membiayai pembangunan sarana dan prasarana desa.
Warga Desa Gerih secara rutin mengumpulkan limbah kaca dari rumah, warung, hingga industri kecil. Mereka menyortir, membersihkan, lalu mengolah kaca tersebut. Sebagian hasil dijual ke pengepul, sementara sebagian lain diolah menjadi kerajinan dan elemen konstruksi. Uang hasil penjualan membantu membiayai fasilitas umum, seperti lampu penerangan jalan, perbaikan jalan desa, dan pengadaan tempat sampah. Beberapa warga kreatif bahkan membuat mozaik, vas bunga, hingga suvenir kaca yang dipasarkan secara lokal maupun lewat media sosial.
Program SABERLIKA juga menumbuhkan kepedulian lingkungan. Warga ikut gotong royong setiap pekan untuk mengumpulkan limbah kaca sesuai jadwal. Pemerintah desa memberi insentif berupa penghargaan bagi warga yang paling banyak menyumbang, sehingga semangat kompetitif tumbuh secara positif. Melalui langkah ini, masyarakat belajar bahwa sampah kaca bisa berubah menjadi sumber ekonomi sekaligus solusi lingkungan yang nyata.
Dampak SABERLIKA terasa jelas. Desa Gerih kini lebih bersih dan aman dari pecahan kaca. Pemasukan dari pengelolaan limbah mengurangi ketergantungan pada dana desa, sementara warga semakin mandiri membiayai kebutuhan bersama. Kepala Desa Gerih menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program ini dengan menggandeng mitra kerja baru, memperluas area pengumpulan, dan memberi pelatihan pembuatan produk kreatif. Dengan semangat gotong royong dan kreativitas, SABERLIKA membuktikan bahwa sampah bisa menjadi berkah sekaligus penggerak pembangunan desa.