Desa Guyung, Kecamatan Gerih, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi ramah lingkungan lewat Gerakan Berkah Sampah Bermanfaat (Daur Ulang Jadi Pupuk). Pemerintah desa menggandeng warga untuk mengolah sampah organik yang sebelumnya hanya dibakar atau dibuang sembarangan. Sisa makanan, dedaunan kering, dan limbah dapur kini tidak lagi mencemari lingkungan, tetapi berubah menjadi pupuk kompos yang bermanfaat bagi pertanian. Langkah ini membuat Desa Guyung semakin dikenal sebagai desa hijau dan mandiri.
Warga aktif memilah sampah dari rumah tangga. Sampah organik kemudian dikumpulkan petugas desa dan diolah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Proses fermentasi menggunakan campuran sekam padi, kotoran ternak, dan larutan mikroorganisme (EM4) mempercepat pembusukan alami. Dalam waktu tiga hingga empat minggu, sampah berubah menjadi pupuk organik kaya nutrisi yang siap dipakai di lahan pertanian. Dengan cara ini, masalah sampah terselesaikan sekaligus menciptakan produk yang bernilai.
Manfaat gerakan ini langsung dirasakan petani. Mereka bisa mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin mahal. Pupuk organik tersedia gratis atau dengan harga sangat terjangkau, sehingga biaya produksi pertanian berkurang. Penjualan pupuk ke desa tetangga juga menambah pemasukan kas desa. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki fasilitas umum, menyediakan bibit tanaman, dan melatih petani mengembangkan pertanian berkelanjutan. Program ini menunjukkan bahwa sampah dapat berubah menjadi sumber ekonomi nyata.
Kepala Desa Guyung menegaskan bahwa gerakan ini bukan hanya solusi lingkungan, tetapi juga gerakan pemberdayaan masyarakat. Warga, termasuk generasi muda, ikut serta dalam edukasi pemilahan sampah dan praktik menanam menggunakan pupuk hasil olahan sendiri. Pemerintah desa berencana memperluas program dengan memproduksi pupuk cair dan media tanam organik sebagai unit usaha desa. Dengan inovasi ini, Desa Guyung berhasil mengubah sampah organik menjadi berkah yang meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.