Ngawi, 15 Juli 2025 – Bappeda Kabupaten Ngawi menggelar Diskusi Tindak Lanjut Lokakarya Fortifikasi Pangan Berskala Besar (FPBB) bersama perwakilan UNICEF dan Universitas NU Surabaya (UNUSA) di Ruang Rapat Bappeda. Pertemuan yang dihadiri Kabid Perekonomian dan PPM Bappeda, DKPP, Dinas Kesehatan, serta DPPTK ini membahas potensi Ngawi sebagai lokasi penerapan fortifikasi beras, mengingat posisinya sebagai produsen beras terbesar di Jawa Timur. Fortifikasi pangan merupakan upaya penambahan vitamin dan mineral untuk mencegah kekurangan mikronutrien, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil. Selama ini garam, tepung terigu, dan minyak goreng telah diwajibkan difortifikasi, sementara beras sebagai makanan pokok belum, namun dinilai sangat potensial.
Kabupaten Ngawi juga menjadi lokasi uji coba beras biofortifikasi oleh Kementerian Pertanian, yakni beras dengan kandungan zat besi (Fe) dan zinc (Zn) tinggi melalui pemuliaan atau rekayasa genetik, meski masih tahap penelitian. Berbeda dengan biofortifikasi, beras fortifikasi dapat diproduksi dengan mencampurkan Fortified Rice Kernel (FRK) yang mengandung vitamin dan mineral ke beras biasa. Di Jawa Timur, Koperasi Produsen Multi Pihak (KMP) di Madiun dan Jombang telah memproduksi beras premium dan bersiap memproduksi beras fortifikasi yang mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berpotensi menjadi komoditas wajib. Isu fortifikasi pangan ini rencananya akan diintegrasikan dalam Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Ngawi Tahun 2026.
Poin-Poin Penting Diskusi:
-
Lokasi Kegiatan: Ruang Rapat Bappeda Kabupaten Ngawi.
-
Peserta: UNICEF, UNUSA, Kabid Perekonomian & PPM Bappeda, DKPP, Dinas Kesehatan, DPPTK.
-
Alasan Pemilihan Ngawi: Produsen beras terbesar, potensial untuk penerapan fortifikasi beras.
-
Definisi Fortifikasi Pangan: Penambahan vitamin dan mineral untuk cegah kekurangan gizi mikro, terutama bagi anak-anak & ibu hamil.
-
Kondisi Saat Ini: Garam, tepung terigu, minyak goreng sudah wajib difortifikasi; beras belum tetapi potensial.
-
Uji Coba Biofortifikasi: Ngawi jadi lokasi uji coba beras tinggi Fe & Zn oleh Kementan (masih penelitian).
-
Perbedaan dengan Biofortifikasi:
-
Biofortifikasi → gizi ditingkatkan lewat pemuliaan/rekayasa genetik.
-
Fortifikasi beras → menambahkan FRK yang diperkaya vitamin & mineral ke beras biasa.
-
-
Produksi di Jatim: KMP Madiun & Jombang siap memproduksi beras fortifikasi.
-
Manfaat & Peluang: Mendukung MBG, potensi jadi komoditas wajib, peluang ekonomi untuk Ngawi.
-
Rencana Lanjutan: Integrasi isu fortifikasi pangan dalam RAD-PG 2026.