Desa Majasem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi POPKAM (Pupuk Organik Padat Kotoran Kambing) untuk mengubah limbah ternak menjadi produk bermanfaat. Warga bersama pemerintah desa mengolah kotoran kambing yang sebelumnya menumpuk dan menimbulkan bau menjadi pupuk organik bernilai jual. Dengan dukungan BPP Kendal, petani mendapat pelatihan agar mampu memproduksi pupuk secara mandiri dan ramah lingkungan.
Petani kini aktif memanfaatkan POPKAM untuk menggantikan pupuk kimia. Pupuk ini menjaga kesuburan tanah, memperbaiki struktur lahan, dan aman bagi lingkungan. Kandungan nitrogen, fosfor, dan kalium dalam kotoran kambing bahkan lebih tinggi daripada kotoran sapi, sehingga membuat tanaman pangan tumbuh lebih sehat dan produktif. Proses pengolahan yang sederhana memungkinkan petani menghasilkan pupuk berkualitas tanpa biaya besar.
Inovasi POPKAM juga membuka peluang ekonomi baru. Petani mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menjual pupuk organik ke pasar lokal. Hasil penjualan menambah pendapatan keluarga dan memperkuat kemandirian desa. Produk ini pun semakin diminati karena terbukti mampu meningkatkan hasil pertanian sekaligus ramah lingkungan.
Pemerintah Desa Majasem berkomitmen memperluas produksi POPKAM agar menjangkau wilayah lain. Kepala desa menegaskan bahwa pengolahan kotoran kambing bukan sekadar solusi lingkungan, melainkan langkah strategis membangun ekonomi warga. Dengan gotong royong, POPKAM membuktikan bahwa desa mampu menciptakan inovasi sederhana yang berdampak besar bagi pertanian dan kesejahteraan masyarakat.