Desa di Kecamatan Kendal, Kabupaten Ngawi, meluncurkan inovasi LAWUPONIK (Lawu Ponik) untuk menghadirkan agrowisata modern yang memadukan pertanian, edukasi, teknologi, dan wisata. Program ini menjawab tantangan pertanian tradisional dengan mengubah lahan menjadi kawasan wisata edukatif, produktif, sekaligus ramah lingkungan. Warga, pemerintah, dan pemuda desa bergerak bersama untuk menciptakan destinasi wisata baru yang menarik generasi muda.
LAWUPONIK menghadirkan berbagai konsep inovatif. Pengunjung bisa belajar pertanian melalui Agro Edu-Tech Park dengan teknologi IoT dan hidroponik otomatis. Wisatawan juga bisa mengikuti Smart Harvest Tour, memetik hasil kebun sambil memindai QR Code untuk mendapatkan informasi edukatif. Selain itu, desa menyediakan Agropreneur Corner berupa kafe dan toko produk lokal yang dikelola pemuda. Fasilitas ramah lingkungan seperti pertanian organik, energi surya, serta pengelolaan limbah menjadikan LAWUPONIK sebagai destinasi hijau yang berkelanjutan.
Zona wisata LAWUPONIK terbagi menjadi area edukasi, kebun petik, camping ground, hingga kolam renang alami. Desa juga mengembangkan promosi digital melalui media sosial, YouTube, hingga sistem booking online untuk homestay dan wisata edukatif. Paket wisata sekolah, retreat kantor, hingga kelas keluarga akhir pekan membuat LAWUPONIK semakin relevan dengan tren wisata masa kini.
Inovasi ini memberi dampak besar bagi masyarakat. Warga merasakan peningkatan pendapatan, peluang usaha baru, hingga kesempatan kerja di sektor wisata dan UMKM. Petani, pemuda, dan perempuan desa ikut berperan aktif dalam setiap kegiatan. Kepala desa menegaskan bahwa LAWUPONIK bukan sekadar wisata, tetapi simbol transformasi desa yang mandiri, modern, dan tetap menjaga budaya lokal.