Desa Bangunrejo Lor, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, menghadirkan inovasi kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan warganya. Program RAJASONDA (Gerakan Pijat Stunting oleh Bunda) menjadi langkah nyata menekan angka stunting di desa, yang selama ini menjadi perhatian serius pemerintah. Melalui program ini, para ibu belajar teknik pijat bayi sederhana namun efektif untuk merangsang pertumbuhan anak. RAJASONDA bukan hanya strategi kesehatan, tetapi juga wujud kepedulian bersama agar setiap anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas.
Bidan desa, kader posyandu, dan tenaga kesehatan puskesmas melatih para ibu secara rutin. Kegiatan berlangsung di balai desa maupun posyandu setiap bulan bertepatan dengan penimbangan balita. Para ibu belajar memijat bayi dengan benar, mulai dari tangan, kaki, hingga punggung. Pijatan lembut ini dipercaya dapat melancarkan peredaran darah, meningkatkan nafsu makan, dan memperkuat daya tahan tubuh anak. Selain pijat bayi, para ibu juga mendapat edukasi gizi seimbang dan pola asuh sehat agar program berjalan lebih komprehensif.
Manfaat RAJASONDA terasa nyata di masyarakat. Balita yang rutin mendapat pijatan tumbuh lebih aktif, tidur lebih nyenyak, dan makan lebih lahap. Para ibu merasa percaya diri karena memiliki keterampilan tambahan dalam merawat buah hati. Gerakan ini juga mempererat ikatan kasih sayang antara ibu dan anak. Kepala Desa Bangunrejo Lor menegaskan, “Gerakan ini sederhana, tapi dampaknya besar. Kami ingin memastikan tidak ada anak di desa kami yang tertinggal tumbuh kembangnya karena stunting.”
Pemerintah desa berencana memperluas RAJASONDA dengan melibatkan lebih banyak kader posyandu dan menambah jadwal pelatihan pijat di tiap dusun. Desa juga akan menggandeng dinas kesehatan untuk menyalurkan paket gizi tambahan bagi balita berisiko stunting. Dengan semangat gotong royong dan kasih sayang para bunda, RAJASONDA terbukti menjadi gerakan nyata melawan stunting. Dari tangan penuh cinta para ibu, Bangunrejo Lor menyalakan harapan lahirnya generasi sehat dan berdaya.