Desa Banjarbangi, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, meluncurkan inovasi kesehatan yang menyasar ibu hamil. Program MASMIL (Gemar Makan Sayur pada Ibu Hamil) mendorong ibu hamil mengonsumsi sayuran segar setiap hari sebagai upaya mencegah stunting sejak dini. Inisiatif ini lahir karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang, terutama serat, vitamin, dan mineral selama masa kehamilan. Dengan MASMIL, pemerintah desa bertekad menghadirkan generasi Banjarbangi yang sehat dan berkualitas.
Pemerintah desa menggerakkan program ini dengan menggandeng bidan desa, kader posyandu, dan kelompok PKK. Setiap bulan, ibu hamil mengikuti kelas gizi di posyandu untuk belajar manfaat sayuran dan cara memasaknya agar tetap bernutrisi. Selain edukasi, desa juga menyalurkan paket sayuran segar hasil panen petani lokal seperti bayam, kangkung, sawi, dan wortel. Sinergi ini membawa dua keuntungan sekaligus: ibu hamil memperoleh asupan gizi, sementara petani desa mendapatkan pasar yang lebih luas.
Dampak MASMIL segera terasa di masyarakat. Banyak ibu hamil yang mengikuti program ini melaporkan kesehatan tubuh lebih stabil, berat janin sesuai usia kehamilan, serta energi lebih terjaga. Program ini juga menumbuhkan semangat kebersamaan. Para ibu saling mendukung untuk menjalani pola hidup sehat dan mencoba resep masakan sayur yang praktis namun tetap bergizi. Kepala Desa Banjarbangi menegaskan, “MASMIL bukan hanya program kesehatan, tapi gerakan budaya yang menanamkan kesadaran gizi sejak kehamilan.”
Ke depan, pemerintah desa berencana memperluas MASMIL dengan menambah variasi sayuran, membentuk kebun gizi keluarga, dan menguatkan kampanye lewat media sosial. Harapannya, gerakan ini dapat menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi desa. Dengan semangat gotong royong, Banjarbangi membuktikan bahwa piring sederhana berisi sayur dapat melahirkan anak-anak yang sehat, cerdas, dan kuat.