Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, melaksanakan inovasi kesehatan yang fokus mencegah stunting sejak dini. Program ini bernama GESIT CETING (Gerakan Sayang Ibu Hamil dan Balita Cegah Stunting). Warga, ibu hamil, balita, keluarga, dan tenaga kesehatan desa ikut bergerak bersama dalam program ini. Desa Dumplengan menegaskan komitmen melawan stunting dengan pendekatan kasih sayang dan kepedulian komunitas.
Pemerintah desa bersama bidan dan kader posyandu rutin melaksanakan kegiatan posyandu dan kelas ibu hamil. Mereka mendampingi ibu hamil dengan memberikan edukasi tentang gizi seimbang, pola makan sehat, dan perawatan kehamilan. Pemerintah desa juga membagikan paket sayuran segar, telur, dan kacang-kacangan hasil swadaya untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Sementara itu, kader posyandu memantau tumbuh kembang balita secara berkala dan menyediakan layanan konsultasi agar setiap anak terpenuhi gizinya.
Masyarakat langsung merasakan manfaat program ini. Ibu hamil yang mengikuti GESIT CETING mengalami kehamilan lebih sehat dengan janin tumbuh sesuai usia kandungan. Balita tumbuh aktif, sehat, dan perkembangan mereka terpantau. Keluarga, terutama para ayah, ikut mendukung pola makan sehat di rumah sehingga program ini berjalan menyeluruh. Kepala Desa Dumplengan menegaskan, “GESIT CETING bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang kasih sayang keluarga dan masyarakat untuk tumbuh kembang anak.”
Pemerintah desa berencana memperluas cakupan GESIT CETING. Mereka akan menggandeng UMKM lokal untuk menyediakan makanan sehat dan bekerja sama dengan dinas kesehatan agar pendampingan medis semakin kuat. Desa juga akan mempromosikan program ini melalui kegiatan desa dan media sosial. Dengan cara ini, masyarakat semakin terlibat aktif. Desa Dumplengan berharap angka stunting menurun secara signifikan dan generasi unggul lahir dari desa mereka. GESIT CETING membuktikan bahwa gerakan kasih sayang mampu mencegah stunting sekaligus membangun masa depan anak-anak desa.