Peluncuran dan Diseminasi Hasil Analisis Situasi Fortifikasi Pangan Berskala Besar

Surabaya, 31 Juli 2025 – Bappeda Kabupaten Ngawi menghadiri Peluncuran dan Diseminasi Hasil Analisis Situasi Fortifikasi Pangan Berskala Besar, kerja sama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan UNICEF dan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA). Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sebagai produsen utama garam dan beras, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan gizi masyarakat melalui fortifikasi pangan, khususnya pada produksi garam dan beras. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, dilanjutkan diskusi panel bersama Kepala Bappeda Jatim, Rektor UNUSA, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Jawa-Bali, dan Direktur PT. Graha Utama Jatim selaku produsen beras fortifikasi dari Perumda Jawa Timur.

Ngawi, sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Jawa Timur, diharapkan berperan strategis dalam pengembangan dan produksi beras fortifikasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengatasi masalah gizi seperti anemia dan stunting yang masih menjadi tantangan di Indonesia.

Poin-Poin Penting:

  • Tujuan: Meningkatkan gizi masyarakat melalui fortifikasi pangan, khususnya pada garam dan beras.

  • Peran Ngawi: Sebagai penghasil beras terbesar, diharapkan menjadi pusat produksi beras fortifikasi di daerah.

  • Manfaat:

    • Memperkuat ketahanan pangan.

    • Mengurangi angka anemia dan stunting.

    • Meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Scroll to Top