Di Kabupaten Ngawi, upaya pencegahan stunting kini dimulai sejak remaja dengan hadirnya inovasi CETING SEMAR (Cegah Stunting dan Anemia Remaja). Bukan sekadar program edukasi biasa, CETING SEMAR hadir sebagai gerakan serius—dan menyenangkan—untuk membangun kesadaran gizi di kalangan remaja, terutama remaja putri. Program ini membidik langsung akar persoalan kesehatan jangka panjang dengan cara yang membumi: edukasi melalui sekolah, posyandu remaja, dan media komunikasi digital. Tujuannya? Menekan angka anemia sejak dini dan melahirkan generasi ibu masa depan yang lebih sehat dan siap melahirkan anak-anak bebas stunting.

CETING SEMAR menyasar remaja melalui kampanye aktif soal pentingnya konsumsi tablet tambah darah (TTD), pola makan bergizi, dan bahaya pernikahan dini. Model edukasinya fleksibel, bisa dilakukan lewat forum diskusi di sekolah, sesi interaktif di posyandu remaja, hingga obrolan ringan di grup WhatsApp. Dengan melibatkan guru, kader kesehatan, hingga PKK dan BKKBN, CETING SEMAR memastikan pesan penting ini tersampaikan secara konsisten. Remaja tidak hanya diajari, tapi juga diajak menjadi agen perubahan bagi teman sebayanya.

Dampak yang diharapkan dari program ini tidak main-main. Edukasi tentang anemia dan gizi ini mampu meningkatkan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi TTD dan menjaga pola makan sehat. Hasilnya? Risiko anemia turun, kesiapan reproduksi meningkat, dan potensi lahirnya anak-anak stunting bisa ditekan sejak jauh sebelum kehamilan. CETING SEMAR juga membuka ruang untuk pendekatan peer support, di mana sesama remaja saling mendukung dalam membangun kebiasaan hidup sehat.
CETING SEMAR adalah wujud komitmen Kabupaten Ngawi dalam mempersiapkan generasi yang sehat, kuat, dan sadar akan pentingnya kesehatan sejak muda. Sinergi antara sektor pendidikan, kesehatan, dan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan program ini. Jika diterapkan secara masif dan berkelanjutan, bukan tidak mungkin Ngawi menjadi pelopor gerakan pencegahan stunting berbasis remaja di tingkat regional. Karena sejatinya, masa depan anak-anak Indonesia dimulai dari kesehatan remajanya hari ini.