
Surakarta, 21–23 Oktober 2025 — Bidang Rendalev Bappeda Kabupaten Ngawi menyelenggarakan Forum Satu Data Kabupaten Ngawi Tahun 2025 yang bertempat di Hotel Grand Larisae, Surakarta, Jawa Tengah. Kegiatan ini mengusung tema “Validasi Data untuk Mewujudkan Data Berkualitas Mendukung Perencanaan Pembangunan Daerah.”
Forum dibuka secara resmi oleh Sekretaris Bappeda Kabupaten Ngawi, dengan menghadirkan narasumber dari BPS Kabupaten Ngawi serta Dinas Komunikasi dan Informatika. Peserta forum terdiri dari perwakilan perangkat daerah yang berperan sebagai produsen maupun pengelola data di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Dalam penyampaiannya, narasumber menjelaskan bahwa data berkualitas menjadi fondasi penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang akurat dan tepat sasaran. Data berkualitas harus memenuhi beberapa domain utama, yaitu:
1. Relevansi
Menggambarkan sejauh mana data atau informasi statistik mampu memenuhi kebutuhan pengguna dan memberikan manfaat bagi proses perencanaan.
2. Akurasi Data
Menunjukkan kemampuan data dalam mencerminkan populasi atau kondisi yang sebenarnya secara tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Aktualitas dan Ketepatan Waktu
Data harus tersedia secara tepat waktu dan sesuai dengan periode kebutuhan, sehingga dapat digunakan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan relevan.
4. Aksesibilitas Data
Mengacu pada kemudahan pengguna dalam mengakses data/informasi statistik, termasuk penyediaan metadata yang jelas dan memadai.
5. Koherensi dan Keterbandingan Data
Memastikan data dapat digabungkan dengan data statistik lain secara konsisten, serta dapat dibandingkan antarwaktu maupun antarwilayah untuk analisis yang komprehensif.
6. Interpretabilitas
Penekanan pada kejelasan penyajian data, sehingga pengguna dapat dengan mudah memahami, membaca, maupun menafsirkan informasi yang disampaikan.



Melalui Forum Satu Data ini, Bappeda Kabupaten Ngawi mendorong peningkatan kualitas pengelolaan data lintas perangkat daerah, demi mewujudkan perencanaan pembangunan yang lebih terarah, akurat, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis bagi seluruh pihak untuk memperkuat komitmen dalam implementasi Satu Data Indonesia di tingkat daerah.