Inovasi Peternakan Kambing Terpadu di Desa Kerek: Membangun Ekosistem Berkelanjutan

Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, memiliki potensi besar di sektor peternakan kambing. Selama ini, banyak warga mengelola ternak secara konvensional dan mandiri. Mereka sering kesulitan menyediakan pakan alternatif, mengatur manajemen kandang, dan menjaga kesehatan hewan. Kondisi itu membuat produktivitas ternak rendah. Selain itu, limbah kambing menumpuk dan mencemari lingkungan. Warga juga membiarkan pekarangan rumah terbengkalai sehingga ketahanan pangan keluarga melemah.

Pemerintah Desa Kerek bersama warga kemudian meluncurkan program TERKA PADUKA REK (Ternak Kambing Peduli Alam dan Ketahanan Usaha Keluarga). Program ini membentuk Kelompok Ternak Bersama (KTB) agar peternak bekerja secara kolektif. Mereka mengelola ternak dengan lebih terkoordinasi, berbagi pengalaman, dan memanfaatkan sumber daya bersama. Desa juga membangun instalasi pengolahan limbah kambing menjadi kompos dan bio-urine. Warga memanfaatkan pupuk itu untuk menanam sayuran di pekarangan rumah. Dengan cara ini, masyarakat tidak hanya menghasilkan daging kambing, tetapi juga memperkuat pertanian rumah tangga.

Inovasi ini menghubungkan peternakan, pertanian, dan pengelolaan limbah dalam satu sistem berkelanjutan. Warga kini mengubah limbah kambing yang dulunya mencemari lingkungan menjadi sumber ekonomi baru. Mereka menggunakan kompos untuk memperbaiki kualitas lahan pertanian dan menjual bio-urine sebagai produk tambahan. Sistem ini memperkenalkan konsep ekonomi sirkular pedesaan. Setiap sektor saling mendukung: ternak menghasilkan limbah, limbah menjadi pupuk, pupuk menyuburkan pertanian, dan hasil pertanian kembali memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Pemerintah desa memulai inovasi ini dengan memetakan jumlah peternak dan potensi pekarangan warga. Mereka menggelar sosialisasi, membentuk KTB, dan melatih warga tentang pengelolaan ternak sehat serta pengolahan pupuk organik. Desa juga membangun instalasi pengomposan dan mengembangkan lahan percontohan pekarangan produktif. Warga kemudian memasarkan hasil ternak, pupuk, dan produk pertanian secara kolektif. Langkah ini meningkatkan pendapatan dan memperkuat semangat gotong royong. Desa Kerek menargetkan program ini bisa direplikasi di seluruh dusun agar menjadi contoh desa berkelanjutan, sehat, dan mandiri di Kabupaten Ngawi.

Scroll to Top