Desa Gempol, Kecamatan Karangjati, melahirkan inovasi kreatif bernama GEMPITA (Gempol Inovatif Penghasil Tas Anyaman). Program ini hadir untuk mengangkat potensi lokal berupa kerajinan tas anyaman yang selama ini dikerjakan secara sederhana oleh ibu rumah tangga. Lewat GEMPITA, produk tas anyaman diberi sentuhan desain modern, branding khusus, hingga pemasaran digital agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Perubahan besar terlihat dari cara produksi. Jika dulu pembuatan tas masih perorangan dan monoton, kini ada Unit Produksi di bawah naungan BUMDes yang mengatur manajemen stok, kualitas, hingga distribusi. Warga mendapatkan pelatihan desain, teknik anyaman modern, pewarnaan alami, hingga cara berjualan di marketplace. Bahkan, generasi muda ikut dilibatkan dalam promosi digital dan pengelolaan media sosial, sehingga tas anyaman Gempol punya ciri khas sekaligus daya tarik baru.
Hasilnya, tas anyaman yang dulunya hanya dijual di pasar lokal kini bisa melenggang di toko oleh-oleh hingga marketplace nasional. Produksi meningkat, jumlah pengrajin bertambah, dan kontribusi ekonomi desa ikut terdongkrak. Program ini bukan hanya memberdayakan ibu rumah tangga dan lansia, tapi juga membuka peluang kerja baru bagi pemuda desa. Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti pandan, mendong, dan enceng gondok, GEMPITA juga mendukung ekonomi ramah lingkungan.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi ikut mendorong lahirnya inovasi seperti GEMPITA sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif desa. Inovasi ini membuktikan bahwa kerajinan tradisional bisa naik kelas jika dipadukan dengan inovasi, manajemen yang rapi, dan digitalisasi. Kini, Desa Gempol tidak hanya dikenal sebagai desa agraris, tetapi juga sebagai sentra kerajinan khas yang siap bersaing di era modern.