Ngawi— Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan ekonomi keluarga melalui inovasi bertajuk KOPER MERAH (Kelompok Perempuan Mandiri Menuju Ekonomi Cerah). Inovasi yang digagas oleh DP3AKB ini hadir sebagai langkah strategis untuk memberdayakan perempuan, khususnya ibu-ibu akseptor KB, agar tidak hanya berperan dalam keluarga tetapi juga menjadi penggerak ekonomi produktif. Dengan mengusung pendekatan non-digital berbasis komunitas, program ini menekankan pentingnya kemandirian ekonomi keluarga sebagai fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan.

KOPER MERAH diimplementasikan melalui pembentukan kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA) yang bersifat kolaboratif dan adaptif. Dalam kelompok ini, para anggota dibekali pelatihan usaha skala rumah tangga, pengelolaan keuangan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna. Tidak hanya itu, program ini juga menghadirkan galeri UPPKA sebagai ruang promosi dan pemasaran produk, sekaligus pusat pembelajaran dan inovasi ekonomi berbasis lokal. Pendekatan ini menjadi pembeda utama karena mengintegrasikan program keluarga berencana dengan pemberdayaan ekonomi secara nyata dan terstruktur.
Lebih jauh, KOPER MERAH tidak hanya menyasar ibu akseptor KB, tetapi juga menjangkau kelompok rentan seperti pasangan usia subur, remaja, hingga lansia perempuan. Dengan dukungan lebih dari 30 SDM, integrasi lintas perangkat daerah, serta tingkat penyelesaian layanan yang tinggi, inovasi ini terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan memperluas dampak ekonomi. Melalui program ini, perempuan ditempatkan sebagai agen perubahan yang berdaya, sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi solusi jangka panjang dalam penanggulangan kemiskinan di daerah.