Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Di dalam keluarga, ayah dan ibu memiliki peran yang sama penting dalam membentuk karakter, memberikan kasih sayang, serta mendukung perkembangan emosional dan sosial anak. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, peran ayah masih sering dipandang hanya sebagai pencari nafkah, sementara pengasuhan lebih banyak dilakukan oleh ibu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak. Anak yang mendapatkan perhatian dan pendampingan dari ayah cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik, kemampuan bersosialisasi yang lebih tinggi, serta lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Melihat kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi My Father My Hero. Inovasi pelayanan publik non-digital yang diinisiasi oleh Nugrahaningrum ini bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sebagai upaya mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berketahanan.

My Father My Hero merupakan inovasi berbasis keluarga yang mengajak ayah untuk berperan aktif dalam kehidupan anak melalui kegiatan sederhana yang dapat dilakukan di rumah. Program ini tidak mengutamakan pelatihan formal, tetapi mendorong perubahan kebiasaan melalui aktivitas yang menyenangkan dan berkelanjutan. Berbagai kegiatan yang dilakukan antara lain membacakan cerita kepada anak, membuat kerajinan atau proyek sederhana bersama, memasak bersama melalui kegiatan “Dapur Ayah”, melakukan aktivitas luar ruangan seperti bersepeda atau berkebun, hingga menyediakan waktu khusus untuk berbagi cerita dan pengalaman antara ayah dan anak setiap minggu. Untuk mendukung keberhasilan program, dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya peran ayah dalam pengasuhan. Selain itu, dibentuk komunitas “Ayah Hebat” sebagai wadah berbagi pengalaman, dilakukan pendampingan kepada keluarga dalam menyusun kegiatan rutin, monitoring setiap bulan, serta pemberian apresiasi kepada keluarga yang aktif mengikuti program. Melalui inovasi ini diharapkan semakin banyak ayah yang terlibat dalam kegiatan keluarga, memiliki waktu berkualitas bersama anak minimal 30 menit setiap hari, serta mampu membangun hubungan yang lebih dekat dan penuh kasih sayang. Keberhasilan program juga diukur melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi kegiatan yang dilakukan oleh kader keluarga. Program ini memberikan berbagai manfaat, seperti mempererat hubungan emosional antara ayah dan anak, meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak melalui keterlibatan kedua orang tua, serta menciptakan pola pengasuhan yang lebih kolaboratif. Kehadiran ayah yang aktif tidak hanya memberikan rasa aman bagi anak, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab.
Inovasi My Father My Hero menjadi salah satu upaya DP3AKB Kabupaten Ngawi dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan peran ayah dalam pengasuhan anak. Dengan mendorong ayah untuk terlibat secara aktif dalam berbagai aktivitas bersama anak, program ini diharapkan mampu membangun hubungan keluarga yang lebih harmonis, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta menciptakan generasi yang percaya diri, berkarakter, dan berempati. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi budaya positif yang terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak keluarga untuk menjadikan pengasuhan sebagai tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu.