Pencegahan stunting tidak hanya dimulai saat kehamilan atau setelah anak lahir, tetapi juga sejak masa persiapan pernikahan. Calon pengantin memiliki peran penting dalam mewujudkan generasi yang sehat melalui kesiapan kesehatan, gizi, serta perencanaan keluarga yang baik. Melihat pentingnya upaya tersebut, Balai Penyuluhan KB Kecamatan Geneng menghadirkan inovasi PEGAS (Pengantin Geneng Atasi Stunting). Inovasi yang diinisiasi oleh Novan Tri Maulanta, S.KM ini bertujuan meningkatkan kesiapan calon pengantin dalam membangun keluarga sehat sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Ngawi.

PEGAS merupakan inovasi pelayanan publik yang mengintegrasikan berbagai pihak, mulai dari Penyuluh KB, Kantor Urusan Agama (KUA), Puskesmas, hingga Tim Pendamping Keluarga (TPK). Melalui kolaborasi tersebut, calon pengantin memperoleh pendampingan sejak sebelum menikah agar lebih siap menghadapi kehidupan berkeluarga dan kehamilan. Pendampingan dilakukan melalui edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, perencanaan keluarga, pentingnya 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pola pengasuhan anak. Selain itu, calon pengantin juga mendapatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan konseling sebagai langkah deteksi dini terhadap faktor risiko yang dapat menyebabkan stunting. Dalam pelaksanaannya, PEGAS memanfaatkan aplikasi ELSIMIL sebagai sarana skrining kesehatan calon pengantin. Melalui aplikasi tersebut, calon pengantin mengisi data kesehatan yang didukung hasil pemeriksaan dari Puskesmas, seperti berat badan, tinggi badan, kadar hemoglobin (Hb), dan lingkar lengan atas (LILA). Hasil skrining akan menunjukkan tingkat risiko serta menjadi dasar pemberian pendampingan yang sesuai sebelum pernikahan berlangsung. Sebagai bentuk edukasi berkelanjutan, calon pengantin juga diberikan bibit tanaman daun katuk untuk ditanam di pekarangan rumah. Daun katuk dikenal memiliki manfaat dalam membantu meningkatkan produksi ASI setelah melahirkan, sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu dan bayi sejak awal kehidupan. Melalui inovasi ini, kualitas pelayanan kepada calon pengantin menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan mudah diakses. Kolaborasi antara PKB, KUA, Puskesmas, serta Tim Pendamping Keluarga membuat proses pendampingan berjalan lebih efektif, sementara pemanfaatan aplikasi ELSIMIL membantu penyediaan data yang lebih akurat sebagai dasar pelayanan dan pencegahan stunting.
Inovasi PEGAS (Pengantin Geneng Atasi Stunting) merupakan langkah nyata dalam mencegah stunting sejak sebelum terbentuknya sebuah keluarga. Melalui edukasi, pemeriksaan kesehatan, pendampingan, pemanfaatan aplikasi ELSIMIL, serta kolaborasi lintas sektor, calon pengantin dipersiapkan untuk menjadi orang tua yang sehat dan siap membangun keluarga berkualitas. Diharapkan inovasi ini mampu mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting, sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ngawi.