Stunting masih menjadi salah satu permasalahan yang memerlukan perhatian bersama. Penyebabnya tidak hanya berkaitan dengan kurangnya asupan gizi, tetapi juga dipengaruhi oleh pola asuh, kondisi ekonomi, sanitasi, serta akses terhadap layanan kesehatan. Oleh karena itu, pencegahan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak agar setiap keluarga yang berisiko dapat memperoleh pendampingan yang tepat. Melihat kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi CETING PAK OGAH (Cegah Stunting Paket Kilat Menjadi Orang Tua Asuh Hebat). Inovasi yang diinisiasi oleh Hardana ini mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, dan masyarakat untuk mendampingi keluarga berisiko stunting melalui program Orang Tua Asuh.

CETING PAK OGAH merupakan inovasi yang menghubungkan berbagai pihak, seperti kecamatan, PLKB, Puskesmas, pemerintah desa, Tim Pendamping Keluarga (TPK), hingga tokoh masyarakat dalam satu sistem pendampingan. Setiap keluarga yang berisiko stunting akan didampingi oleh Orang Tua Asuh yang bertugas memberikan motivasi, edukasi, serta membantu memenuhi kebutuhan keluarga sesuai kondisi di lapangan. Keunikan inovasi ini terletak pada konsep Paket Kilat, yaitu bantuan yang diberikan berdasarkan hasil asesmen kebutuhan setiap keluarga. Bantuan dapat berupa makanan bergizi, edukasi pola asuh, pendampingan kesehatan ibu dan anak, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan apabila diperlukan. Dengan cara ini, bantuan yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran dan dapat segera dimanfaatkan oleh keluarga. Selain memberikan bantuan, Orang Tua Asuh juga melakukan kunjungan secara berkala untuk memantau perkembangan anak dan memberikan pendampingan kepada keluarga. Pendekatan ini membuat proses pencegahan stunting tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut hingga keluarga mampu menerapkan pola hidup sehat dan memenuhi kebutuhan gizi anak secara mandiri. Melalui inovasi ini, koordinasi antarinstansi menjadi lebih baik, partisipasi masyarakat semakin meningkat, serta keluarga berisiko stunting memperoleh pendampingan yang lebih optimal. Kehadiran berbagai pihak dalam satu sistem juga memperkuat semangat gotong royong dalam upaya mencegah stunting di Kabupaten Ngawi.
Inovasi CETING PAK OGAH menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mempercepat pencegahan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Dengan melibatkan Orang Tua Asuh dalam mendampingi keluarga berisiko, inovasi ini mampu memberikan bantuan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Diharapkan program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak serta mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan bebas stunting.