Pendidikan merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan. Melalui pendidikan, setiap anak memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan, memperoleh pekerjaan yang lebih baik, serta meningkatkan kesejahteraan keluarga di masa depan. Namun, kenyataannya masih banyak anak yang harus menghentikan pendidikan karena keterbatasan ekonomi atau memilih menikah di usia muda. Kondisi tersebut masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Ngawi. Tidak sedikit keluarga yang menganggap bekerja setelah lulus sekolah lebih penting dibandingkan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Padahal, keputusan tersebut dapat membatasi peluang anak untuk berkembang dan meningkatkan kualitas hidupnya. Melihat kondisi tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi TUNDA DULU (Tuntaskan Niat Didik Anak Dulu, Usahakan Lulus Universitas). Inovasi yang diinisiasi oleh dr. Nugrahaningrum ini bertujuan mengajak orang tua dan anak untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama serta membangun kesadaran bahwa pendidikan tinggi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan keluarga.

Program TUNDA DULU lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap masih tingginya angka putus sekolah dan perkawinan usia dini yang dipengaruhi oleh faktor ekonomi maupun kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pendidikan. Program ini mengajak masyarakat untuk menunda keinginan memperoleh penghasilan dalam waktu singkat dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Sasaran utama program ini adalah siswa SMP dan SMA sederajat yang berada pada usia rentan mengambil keputusan untuk berhenti sekolah atau menikah di usia muda. Melalui pendekatan edukatif, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya merencanakan masa depan, mengenali potensi diri, serta memahami manfaat pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan program dilakukan melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah. Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh informasi mengenai dampak negatif perkawinan usia anak, pentingnya melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi, serta peluang yang dapat diraih melalui pendidikan. Materi juga disampaikan secara komunikatif sehingga siswa dapat memahami bahwa pendidikan bukan hanya tentang memperoleh ijazah, tetapi juga bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik. Selain menyasar siswa, program ini juga diharapkan mampu mengubah pola pikir orang tua. Orang tua didorong untuk memberikan dukungan kepada anak agar tetap bersekolah dan tidak terburu-buru memasuki dunia kerja hanya karena tuntutan ekonomi. Dengan dukungan keluarga, anak memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menyelesaikan pendidikan dan mencapai cita-citanya. Melalui inovasi ini, pemerintah berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Selain itu, program ini juga menjadi salah satu upaya pencegahan perkawinan usia dini, karena pendidikan yang lebih tinggi akan membuka kesempatan bagi anak untuk mempersiapkan diri sebelum membangun keluarga. Manfaat lain yang diharapkan adalah terbentuknya generasi yang lebih mandiri, berdaya saing, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya. Ketika semakin banyak anak memperoleh pendidikan tinggi, peluang untuk memutus rantai kemiskinan juga akan semakin besar sehingga kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Ngawi dapat terus meningkat.
Inovasi TUNDA DULU (Tuntaskan Niat Didik Anak Dulu, Usahakan Lulus Universitas) merupakan salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Ngawi dalam mendorong lahirnya generasi yang lebih berkualitas melalui pendidikan. Dengan mengajak masyarakat memprioritaskan pendidikan dibandingkan kepentingan ekonomi jangka pendek, program ini diharapkan mampu menurunkan angka putus sekolah dan perkawinan usia dini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat, TUNDA DULU diharapkan menjadi gerakan bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan siap menghadapi masa depan