Ngawi – Desa Jururejo semakin mantap memposisikan diri sebagai desa unggulan dalam bidang olahraga lewat inovasi keren bernama SMASH by JVC (Sekolah Mandiri Atlet Sehat Handal by Jururejo Volley Club). Inovasi ini bukan hanya soal mengasah kemampuan smash dan servis para remaja, tapi juga membentuk karakter tangguh dan sehat melalui pendekatan pelatihan holistik. SMASH hadir menjawab kebutuhan pembinaan atlet muda yang selama ini belum tersentuh secara serius di desa-desa. Dikelola oleh JVC dan didukung Pemerintah Desa Jururejo, program ini menjadi nafas baru pengembangan olahraga yang memberdayakan potensi lokal dari akar rumput.

Latihan dilakukan tiga kali seminggu dengan materi yang komplit: teknik dasar bola voli, strategi bermain, serta motivasi dan edukasi karakter. Peserta berasal dari anak-anak usia 10 tahun ke atas, laki-laki dan perempuan, yang antusias mengikuti kegiatan dengan semangat luar biasa. Tak hanya latihan fisik, SMASH juga menyisipkan edukasi penting seperti anti-narkoba, kepemimpinan, dan kerja tim—sehingga para atlet muda dibentuk secara menyeluruh. Turnamen internal dan kompetisi antar desa/sekolah juga rutin digelar agar mereka terbiasa dengan atmosfer kompetisi sejak dini.
Keunggulan utama SMASH adalah basis komunitas yang kuat, fasilitas yang memadai, dan pendekatan mentoring lintas generasi. Alumni JVC yang kini sudah berprestasi kembali ke desa sebagai mentor untuk adik-adik mereka. Sinergi ini membangun sistem regenerasi atlet lokal yang alami dan berkelanjutan. Pemerintah desa turut merenovasi lapangan dan menyediakan sarana latihan, mempertegas komitmen bahwa olahraga bukan sekadar kegiatan sampingan, melainkan bagian dari investasi masa depan desa.
Bappeda Kabupaten Ngawi mendorong program seperti SMASH sebagai inovasi strategis untuk mengembangkan potensi pemuda desa. Dengan SMASH, Jururejo tak hanya menghasilkan atlet unggul, tapi juga menghidupkan budaya sehat, menurunkan risiko kenakalan remaja, dan membuka peluang beasiswa serta prestasi di level lebih tinggi. SMASH jadi bukti, bahwa dari lapangan sederhana di desa, bisa lahir atlet dan pribadi hebat yang siap bersaing di dunia nyata. Inilah inspirasi yang patut ditiru oleh desa-desa lain.