Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian pemerintah karena dapat memengaruhi kualitas tumbuh kembang anak serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak yang mengalami hambatan pertumbuhan, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas ketika dewasa. Penyebab stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kurangnya asupan gizi sejak masa kehamilan, pola asuh yang belum tepat, rendahnya pemahaman orang tua, akses kesehatan, serta kondisi lingkungan. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum pasangan memiliki anak. Oleh karena itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB Ngawi) menghadirkan inovasi “Gerakan Bersama Calon Pengantin Cerdas Asuh Anak dan Memahami Masalah Stunting” sebagai langkah untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin mengenai pentingnya kesiapan menjadi orang tua. Inovasi ini merupakan inovasi perangkat daerah dengan jenis inovasi non digital yang diinisiasi oleh Dwi Suprijanto, S.Sos. Inovasi ini bertujuan mendukung urusan sosial, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak melalui peningkatan pemahaman calon pengantin mengenai kesehatan keluarga, pola asuh anak, serta pencegahan stunting.

Gerakan Bersama Calon Pengantin Cerdas Asuh Anak dan Memahami Masalah Stunting merupakan upaya terpadu untuk mempersiapkan calon orang tua agar memiliki pengetahuan dan kesiapan dalam membangun keluarga yang sehat. Program ini menekankan bahwa pencegahan stunting tidak hanya dilakukan setelah anak lahir, tetapi dimulai sejak tahap perencanaan perkawinan. Melalui gerakan bersama calon pengantin, pasangan yang akan menikah diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental sebelum memiliki anak. Calon orang tua perlu memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan, pemenuhan gizi pra-kehamilan, serta persiapan menjadi orang tua agar dapat menciptakan kondisi yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Selain itu, inovasi ini juga memberikan edukasi mengenai cerdas asuh anak, yaitu pola pengasuhan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Orang tua perlu memahami bahwa pengasuhan tidak hanya mencakup pemenuhan kebutuhan makanan, tetapi juga perhatian terhadap perkembangan psikologis, pendidikan, stimulasi tumbuh kembang, serta kesehatan mental anak. Dalam perkembangan teknologi saat ini, orang tua juga perlu mampu mengawasi penggunaan gadget agar tidak memberikan dampak negatif bagi anak. Pemahaman mengenai stunting menjadi bagian penting dalam inovasi ini. Calon pengantin diberikan informasi bahwa stunting dapat terjadi akibat kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan hingga awal kehidupan anak. Selain faktor gizi, stunting juga dapat dipengaruhi oleh pola asuh, kondisi sanitasi, lingkungan, serta keterbatasan akses pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama keluarga sebagai lingkungan pertama bagi anak.
Tujuan dari inovasi ini adalah memberikan pemahaman kepada calon pengantin mengenai pentingnya pengasuhan anak dan bahaya stunting sejak dini. Manfaat yang diperoleh yaitu membantu menekan kasus stunting sejak tahap perencanaan perkawinan sekaligus mempersiapkan mental calon pasangan agar lebih siap menjalankan peran sebagai orang tua. Pelaksanaan inovasi ini memberikan hasil berupa meningkatnya pemahaman calon pengantin mengenai pentingnya pola asuh dan pencegahan stunting. Hal ini terutama memberikan manfaat bagi calon pengantin usia muda yang masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai pernikahan, kesehatan keluarga, dan pengasuhan anak. Dengan adanya edukasi tersebut, calon orang tua diharapkan lebih siap dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.
Inovasi Gerakan Bersama Calon Pengantin Cerdas Asuh Anak dan Memahami Masalah Stunting merupakan langkah preventif yang dilakukan DP3AKB Ngawi untuk mengurangi risiko stunting melalui pemberian edukasi kepada calon pengantin. Program ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak sebelum pernikahan dengan mempersiapkan calon orang tua secara fisik, mental, dan pengetahuan. Melalui pemahaman mengenai kesehatan sebelum kehamilan, pola asuh anak, dan permasalahan stunting, calon pengantin diharapkan mampu menjalankan peran sebagai orang tua dengan lebih baik. Inovasi ini menjadi salah satu upaya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui penguatan peran keluarga.