Akselerasi Inovasi Daerah, Bappeda Ngawi Perkuat Kapasitas ASN di Forum BRIDA Jatim

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi menuju birokrasi yang lebih progresif. Langkah ini dipertegas dengan partisipasi aktif Bappeda Ngawi dalam agenda Peningkatan Kapasitas Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diinisiasi oleh Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Timur, Selasa (10/02/2026).

Bertempat di Aula Riset Lantai 3 Gedung BRIDA Jatim, forum strategis ini menjadi kawah candradimuka bagi para ASN untuk mempertajam kompetensi. Fokus utamanya jelas: membentuk profil ASN yang tidak hanya profesional dan adaptif, tetapi juga memiliki orientasi kuat terhadap peningkatan kinerja organisasi yang berbasis pada data dan riset.

Inovasi Sebagai Instrumen Strategis

Mengusung semangat “Sinergi Inovasi Daerah”, pertemuan ini menegaskan paradigma baru bahwa inovasi bukan lagi sekadar ide kreatif yang berdiri sendiri. Inovasi kini diposisikan sebagai tools atau instrumen strategis untuk mempercepat implementasi kebijakan pemerintah daerah.

Bappeda Ngawi menyadari bahwa untuk mencapai lompatan pembangunan, diperlukan landasan hukum yang kokoh. Oleh karena itu, penguatan regulasi atau Peraturan Daerah (Perda) mengenai inovasi menjadi prioritas agar setiap terobosan yang lahir memiliki legitimasi yang stabil dan berkelanjutan. Tidak berhenti di sana, penguatan repository data juga menjadi poin krusial sebagai basis pengelolaan serta proyeksi pengembangan daerah di masa depan.

Kolaborasi Penta-Helix dan Pengakuan Intelektual

Dinamika pembangunan saat ini menuntut kerja sama yang inklusif. Dalam forum tersebut, ditekankan pentingnya model kolaborasi Penta-Helix—yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, hingga media—untuk mendorong difusi dan replikasi inovasi lintas daerah.

“Inovasi harus terus diperbarui sesuai dengan kondisi lokal agar tetap relevan dan berkualitas. Untuk menjaga kredibilitasnya, proses monitoring dan evaluasi pun harus melibatkan pihak akademisi sebagai penilai independen,” ungkap salah satu poin penting dalam diskusi tersebut.

Selain aspek teknis, forum ini juga menyoroti pentingnya sisi “branding” dan pemasaran inovasi agar manfaatnya dikenal luas oleh masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah juga berkomitmen memfasilitasi pengakuan Kekayaan Intelektual (KI) serta pemberian penghargaan bagi para inovator yang berhasil memberikan dampak nyata bagi daerah.

Menuju Pelayanan Publik yang Berdampak

Keikutsertaan Bappeda Ngawi dalam kegiatan ini diharapkan mampu membawa energi baru sekembalinya ke daerah. Semangat inovasi yang didapat dari BRIDA Jatim diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi terinternalisasi dalam budaya kerja ASN Ngawi.

Dengan manajemen ASN yang semakin solid dan ekosistem inovasi yang terintegrasi, Kabupaten Ngawi optimistis dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih prima, responsif, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta percepatan pembangunan daerah.

Scroll to Top