JAS BESKAP MERAH Jemput Pelajar, Literasi, Teknologi, dan Sejarah Hadir Langsung ke Sekolah

Ngawi – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi layanan “JAS BESKAP MERAH” (Jemput Anak Sekolah Belajar Komputer dan Mengenang Sejarah) sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang literasi dan edukasi. Program ini sejalan dengan visi Kabupaten Ngawi dalam mewujudkan konsep Smart City Madani, khususnya pada pilar Smart People yang berfokus pada peningkatan kecerdasan dan pengetahuan masyarakat. Melalui layanan ini, pemerintah berupaya menghadirkan akses informasi dan pembelajaran yang lebih merata, cepat, serta terjangkau bagi masyarakat, terutama pelajar di wilayah yang sulit menjangkau perpustakaan umum.

Latar belakang hadirnya inovasi ini tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi, seperti menurunnya minat baca masyarakat, kesenjangan akses teknologi di sekolah, serta rendahnya pemahaman generasi muda terhadap sejarah daerah. Meskipun tingkat kegemaran membaca di Kabupaten Ngawi tergolong tinggi, namun belum merata di semua kalangan, khususnya anak-anak sekolah di daerah pinggiran. Selain itu, keterbatasan fasilitas komputer dan akses internet di sejumlah sekolah turut menjadi kendala dalam meningkatkan kemampuan literasi digital siswa.

Melalui layanan JAS BESKAP MERAH, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mengubah pola pelayanan dari yang sebelumnya pasif menjadi aktif dengan sistem “jemput bola”. Armada perpustakaan keliling mendatangi sekolah-sekolah dengan membawa koleksi buku, perangkat komputer, serta materi edukasi sejarah lokal. Kegiatan yang dilakukan meliputi membaca buku, praktik belajar komputer dasar, hingga pengenalan arsip dan sejarah daerah melalui metode storytelling yang menarik. Program ini telah menjangkau sejumlah sekolah, seperti SDN Beran 5, SDN Ketanggi 2, SDN Kartoharjo 2, SDN Karangasri 1, dan SDN Watualang 3.

Inovasi ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya layanan terpadu yang menggabungkan literasi, teknologi, dan edukasi sejarah dalam satu kegiatan. Selain itu, pendekatan jemput bola dinilai efektif dalam menjangkau siswa yang memiliki keterbatasan akses transportasi. Program ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa melalui metode pembelajaran interaktif, sekaligus menghidupkan kembali arsip sejarah daerah agar lebih mudah dipahami dan menarik bagi generasi muda. Kolaborasi lintas sektor, seperti sekolah, pemerintah desa, dan komunitas literasi, turut memperkuat keberhasilan program ini.

Dengan adanya JAS BESKAP MERAH, diharapkan terjadi peningkatan minat baca, kemampuan literasi digital, serta pemahaman sejarah di kalangan pelajar. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek berupa akses pembelajaran yang lebih luas, tetapi juga membentuk generasi yang cerdas, berwawasan, dan memiliki identitas lokal yang kuat. Ke depan, inovasi ini direncanakan akan terus dikembangkan guna menjangkau lebih banyak sekolah dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan dan kegiatan masyarakat.

Scroll to Top