Pasar Jadoel “Pa’ Doel Ning Kono Mas” Hidupkan Ekonomi Kreatif Masyarakat Ngawi

Ngawi — Pemerintah Kabupaten Ngawi menghadirkan inovasi Pa’ Doel Ning Kono Mas (Pasar Jadoel Meningkatkan Ekonomi Masyarakat) sebagai langkah kreatif untuk menggerakkan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor wisata, budaya, dan UMKM lokal. Inovasi ini tercantum dalam dokumen resmi inovasi daerah Kabupaten Ngawi, dan pada 2025 juga masuk penilaian Inotech Award Jawa Timur dengan lokus di Desa Tawun.

Inovasi ini dikembangkan melalui konsep pasar jadul yang tidak hanya menghadirkan suasana tradisional, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi. Kehadirannya menjadi sarana promosi produk lokal, kuliner tradisional, dan potensi desa, sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya. Menurut verifikasi lapangan BRIDA Jatim pada 2025, inovasi ini dinilai bukan sekadar konsep, tetapi telah memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Pa’ Doel Ning Kono Mas juga menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi masyarakat dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya dan lingkungan. Dalam penilaian lapangan disebutkan bahwa inovasi ini berangkat dari pemanfaatan potensi lokal, seperti kawasan bambu, kuliner tradisional, dan keterlibatan pedagang setempat, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi ekonomi, tetapi juga dari penguatan identitas desa.

inovasi ini dinilai mampu mendorong pertumbuhan UMKM, memperluas peluang usaha masyarakat, serta meningkatkan aktivitas ekonomi lokal. Bupati Ngawi menyebut kontribusi ekonomi dari pengembangan Pasar Jadoel Ahad Legi di Tawun meningkat signifikan, dari kisaran Rp200–250 juta menjadi sekitar Rp1 miliar per tahun, dengan pendapatan sekitar Rp30–40 juta per event.

Melalui Pa’ Doel Ning Kono Mas, Kabupaten Ngawi menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. Inovasi ini menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, komunitas, dan pelaku usaha lokal dapat melahirkan ruang ekonomi baru yang berbasis budaya, partisipatif, dan berkelanjutan.

Scroll to Top