Sekali Klik, Data Bergerak: PE GASKAN GO Ubah Wajah Penyelidikan Epidemiologi

Ngawi – Dalam upaya mempercepat penanganan serta pengendalian penyebaran penyakit menular, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya, Puskesmas Kwadungan menghadirkan inovasi digital bernama PE GASKAN GO (Penyelidikan Epidemiologi Menggunakan Google Form, Google Sheets, dan Google Maps). Inovasi ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas penyelidikan epidemiologi di lapangan. Selama ini, proses penyelidikan masih dilakukan secara konvensional menggunakan formulir kertas, sehingga menghambat kecepatan pelaporan, pengolahan data, serta pengambilan keputusan. Padahal, dalam situasi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), kecepatan dan ketepatan data menjadi faktor kunci dalam mencegah meluasnya wabah. Berdasarkan data surveilans, wilayah kerja Puskesmas Kwadungan termasuk daerah endemis DBD dan berpotensi mengalami KLB. Dalam tiga tahun terakhir, kasus DBD dan Chikungunya terus ditemukan dengan tren peningkatan, terutama pasca pandemi COVID-19. Kondisi ini menuntut adanya sistem yang mampu mendeteksi, menganalisis, dan merespons kasus secara cepat dan terintegrasi.

Melalui PE GASKAN GO, proses penyelidikan epidemiologi mengalami transformasi digital yang signifikan. Petugas kesehatan kini dapat melakukan pengumpulan data langsung di lapangan menggunakan Google Form yang telah terintegrasi dengan Google Sheets dan Google Maps. Setiap data yang diinput secara otomatis tersimpan dan dilengkapi dengan titik koordinat lokasi, sehingga memudahkan pemetaan sebaran kasus secara real time. Sistem ini memungkinkan hasil penyelidikan epidemiologi dapat segera diolah, dianalisis, dan didesiminasikan dalam waktu kurang dari 24 jam. Dengan demikian, tindakan pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain meningkatkan efisiensi kerja tenaga kesehatan, inovasi ini juga mempermudah akses penggunaan melalui penyederhanaan tautan digital yang dapat diakses dalam satu pintu. Hal ini menjadikan PE GASKAN GO sebagai sistem yang praktis, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini.

Sejak diimplementasikan, inovasi ini memberikan dampak positif dalam peningkatan kualitas surveilans penyakit menular. Data yang sebelumnya tersebar dan lambat kini menjadi lebih terintegrasi, akurat, dan mudah dianalisis. Hal ini tidak hanya mempercepat respon terhadap potensi wabah, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman penyakit DBD dan Chikungunya. PE GASKAN GO merupakan langkah nyata transformasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi di tingkat pelayanan dasar. Inovasi ini mendukung pengambilan keputusan yang berbasis data serta memperkuat sistem kewaspadaan dini di masyarakat. Ke depan, inovasi ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi model penerapan surveilans digital di berbagai wilayah. Dengan sistem yang cepat, terintegrasi, dan berbasis lokasi, PE GASKAN GO menjadi solusi efektif dalam menekan penyebaran penyakit menular serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Scroll to Top