Ngawi – Program inovasi PAK DE FARIS JUMATAN (Pemeriksaan Kesehatan untuk Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular setelah Jumatan) yang digagas oleh Puskesmas Gemarang menjadi terobosan dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Inovasi ini hadir sebagai respon atas meningkatnya kasus PTM seperti hipertensi dan diabetes melitus di Kabupaten Ngawi, serta masih rendahnya capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang tersebut.

Melalui program ini, petugas kesehatan secara proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan usai pelaksanaan salat Jumat di masjid. Sasaran utamanya adalah jamaah salat Jumat dan masyarakat usia 15 tahun ke atas. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan kesehatan, pemeriksaan fisik seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, serta lingkar perut, hingga pemeriksaan laboratorium sederhana seperti gula darah, kolesterol, dan asam urat. Jika ditemukan indikasi masalah kesehatan, masyarakat juga dapat langsung berkonsultasi dan dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.
Keunikan dari inovasi ini terletak pada pendekatan “jemput bola” yang dilakukan oleh petugas puskesmas dengan mendatangi langsung masyarakat di tempat ibadah. Berbeda dengan program sebelumnya yang hanya mengandalkan Posbindu, PAK DE FARIS JUMATAN mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kelompok usia produktif dan lansia yang jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Program ini juga melibatkan berbagai lintas program seperti PTM, promosi kesehatan, KIA, kesehatan jiwa, hingga layanan lansia.
Seiring perkembangannya, inovasi ini tidak lagi terbatas pada hari Jumat saja, melainkan mulai diperluas ke berbagai waktu dan lokasi lain yang mudah diakses masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam memantau kondisi kesehatannya secara berkala. Dengan pendekatan yang lebih luas, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pencegahan PTM semakin meningkat.
Dengan adanya program ini, capaian deteksi dini penyakit tidak menular di wilayah kerja Puskesmas Gemarang mengalami peningkatan. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam menekan risiko komplikasi serta angka kematian akibat PTM. Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat, PAK DE FARIS JUMATAN diharapkan menjadi model pelayanan kesehatan yang efektif, preventif, dan berkelanjutan di tingkat lokal.