Rendahnya minat baca anak serta terbatasnya fasilitas pendidikan nonformal di pedesaan menjadi salah satu tantangan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Pandansari menghadirkan inovasi Taman Baca Ceria, yaitu sebuah ruang belajar ramah anak yang menggabungkan kegiatan membaca, bermain, dan belajar dalam suasana yang menyenangkan. Inovasi ini bertujuan menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini melalui keterlibatan aktif pemerintah desa, guru PAUD, kader PKK, relawan, dan masyarakat sehingga anak-anak memiliki akses yang lebih luas terhadap pendidikan di luar sekolah formal.

Taman Baca Ceria dirancang sebagai ruang terbuka yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas edukatif, seperti rak buku cerita, gazebo untuk membaca bersama, area lesehan yang nyaman, permainan edukatif, serta pojok kreativitas. Berbagai kegiatan rutin dilaksanakan, antara lain membaca bersama, mendongeng, lomba mewarnai, kelas kreatif, hingga pertukaran buku secara berkala. Selain menyediakan sarana belajar, program ini juga mendorong keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam mendampingi perkembangan literasi anak sehingga tercipta lingkungan belajar yang positif dan berkelanjutan.
Keberhasilan inovasi ini didukung oleh kolaborasi antara pemerintah desa, kader PKK, guru PAUD, relawan literasi, serta masyarakat dalam pengelolaan dan pengembangan taman baca. Sistem rotasi buku melalui kerja sama dengan perpustakaan daerah dan program donasi buku turut menjaga keberlanjutan koleksi bacaan. Dampak yang diharapkan meliputi meningkatnya minat baca anak, terbentuknya kebiasaan membaca dalam keluarga, berkembangnya relawan literasi, berkurangnya ketergantungan anak terhadap gawai, serta meningkatnya kualitas pendidikan desa. Dengan konsep yang sederhana namun partisipatif, Taman Baca Ceria berpotensi menjadi model inovasi literasi yang dapat diterapkan di desa-desa lain.
Taman Baca Ceria merupakan inovasi pelayanan publik di bidang pendidikan yang berhasil menghadirkan ruang belajar nonformal yang ramah anak sekaligus menumbuhkan budaya literasi sejak usia dini. Melalui penyediaan fasilitas yang menarik, kegiatan edukatif yang beragam, dan dukungan aktif masyarakat, program ini mampu meningkatkan minat baca, kreativitas, serta perkembangan sosial anak. Ke depan, Taman Baca Ceria diharapkan terus berkembang sebagai pusat literasi desa yang berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat.