Ngobrol Sehat di Warung: PARODI WARUNG Ubah Cara Edukasi

Ngawi – UPT Puskesmas Paron menghadirkan inovasi pelayanan kesehatan bernama PARODI WARUNG (Paron Peduli Warga Kurang Beruntung) sebagai upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan keluarga sehat. Program ini merupakan bentuk implementasi kunjungan rumah terintegrasi antara Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM), yang secara khusus menyasar warga kurang beruntung di wilayah kerja Puskesmas Paron.

Program ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga yang mengacu pada agenda peningkatan kualitas hidup manusia Indonesia. Dalam implementasinya, puskesmas tidak hanya memberikan pelayanan di dalam gedung, tetapi juga melakukan pendekatan langsung ke masyarakat melalui kunjungan rumah secara rutin dan terjadwal, dengan memanfaatkan data profil kesehatan keluarga (Prokesga). Berdasarkan hasil survei PIS-PK tahun 2020 di desa binaan Puskesmas Paron, ditemukan sejumlah permasalahan utama, di antaranya pasien hipertensi yang tidak berobat teratur, pasien TBC yang tidak menjalani pengobatan sesuai standar, serta pasien gangguan jiwa yang tidak rutin mengonsumsi obat. Hasil resurvei tahun 2023 juga menunjukkan bahwa permasalahan tersebut masih menjadi kasus dominan di masyarakat.

Sebelum adanya inovasi PARODI WARUNG, pelaksanaan kunjungan rumah dilakukan secara terpisah oleh masing-masing program kesehatan, seperti KIA, TB, jiwa, dan penyakit tidak menular, tanpa koordinasi yang menyeluruh. Edukasi yang diberikan kepada keluarga pun terbatas sesuai fokus program masing-masing sehingga informasi yang diterima tidak utuh. Selain itu, belum terdapat pencatatan terpadu terkait perkembangan kesehatan keluarga, dan pendekatan pelayanan masih cenderung bersifat kuratif tanpa pendampingan intensif. Akibatnya, intervensi promosi kesehatan kurang optimal dan belum sepenuhnya berbasis data hasil survei keluarga sehat.

Namun setelah diterapkannya PARODI WARUNG, terjadi perubahan signifikan dalam sistem pelayanan. Kunjungan rumah kini dilakukan oleh tim lintas program yang terintegrasi sehingga mampu memberikan layanan secara komprehensif dalam satu waktu. Penentuan sasaran keluarga dilakukan berdasarkan data Prokesga dan hasil survei PIS-PK, sehingga intervensi menjadi lebih tepat sasaran. Dalam setiap kunjungan, petugas tidak hanya memberikan edukasi sesuai permasalahan kesehatan keluarga, tetapi juga melakukan diskusi bersama untuk menentukan tindak lanjut serta melakukan pendampingan berkelanjutan melalui monitoring rutin. Selain itu, pelaksanaan program juga melibatkan kolaborasi lintas sektor dengan perangkat desa, kader, dan tokoh masyarakat guna memperkuat perubahan perilaku hidup sehat.

Dampak dari implementasi inovasi ini mulai dirasakan oleh masyarakat, terutama dalam peningkatan pengetahuan dan kesadaran terkait pentingnya menjaga kesehatan serta kepatuhan dalam menjalani pengobatan. Pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan mendorong keluarga untuk lebih mandiri dalam mengelola kondisi kesehatannya. Selain itu, integrasi layanan dalam satu tim juga membuat pelayanan menjadi lebih efisien, terkoordinasi, dan menyeluruh. Bagi warga kurang beruntung, program ini turut memberikan kemudahan akses layanan kesehatan, termasuk melalui dukungan jemput bola bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Keunggulan lain dari PARODI WARUNG terletak pada pendekatan humanis yang diusung melalui konsep “warung”, yaitu suasana kunjungan yang santai dan penuh keakraban, sehingga mampu membangun kepercayaan antara petugas dan keluarga serta mengurangi stigma terhadap penderita penyakit tertentu. Dengan pendekatan tersebut, komunikasi antara petugas dan masyarakat menjadi lebih efektif, sehingga pesan kesehatan dapat diterima dan diterapkan dengan lebih baik.

Dengan hadirnya PARODI WARUNG, Puskesmas Paron tidak hanya meningkatkan akses pelayanan kesehatan, tetapi juga mendorong pemberdayaan dan kemandirian masyarakat di bidang kesehatan. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku hidup bersih dan sehat, sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan promosi kesehatan serta meningkatkan status kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Scroll to Top