NGAWI — Pemerintah Kabupaten Ngawi terus berkomitmen mewujudkan pembangunan daerah yang seimbang, tidak hanya dari aspek infrastruktur fisik tetapi juga penguatan modal sosial. Melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Bappeda Kabupaten Ngawi, jalannya agenda Ekspos Laporan Akhir Pengukuran Indeks Kesalehan Sosial (IKS) Kabupaten Ngawi Tahun 2026 sukses digelar secara daring melalui Zoom Meeting, Jumat (26/06/2026).
Agenda ekspos ilmiah ini memaparkan hasil kolaborasi strategis antara Pemkab Ngawi dengan Tim Peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN “Veteran” Jawa Timur. Mengusung visi “Mengubah Nilai Pancasila Menjadi Presisi Data untuk Pembangunan Berkelanjutan”, pengukuran ini berfokus pada pergeseran paradigma dari kesalehan individu (ibadah vertikal dengan Tuhan) menuju dampak kesalehan sosial (ibadah horizontal dengan sesama manusia dan alam).

Berdasarkan hasil analisis komprehensif yang dipaparkan oleh narasumber utama, Dr. Dyah Widowati, Kabupaten Ngawi berhasil mencatatkan capaian luar biasa dengan skor IKS sebesar 86,99 yang masuk ke dalam Kategori Sangat Tinggi. Skor ini menjadi bukti sahih bahwa masyarakat Kabupaten Ngawi telah berhasil mentransformasikan nilai religiusitas menjadi aksi nyata yang berdampak pada tingginya kualitas hubungan antarmanusia, kepatuhan hukum, serta toleransi yang luar biasa dalam kehidupan keseharian.
Salah satu pilar yang menopang capaian tinggi tersebut adalah Dimensi 7: Pelestarian Lingkungan, yang berhasil menyentuh angka 86,43 (Sangat Tinggi). Tingginya angka ini didorong oleh kuatnya kesadaran kolektif masyarakat Ngawi dalam menjaga alam, yang tecermin dari adopsi gaya hidup hemat sumber daya, pengurangan limbah, serta partisipasi aktif dalam gerakan penghijauan. Rekam jejak keharmonisan ini juga diperkuat oleh lanskap keberagaman Ngawi yang memiliki infrastruktur rumah ibadah yang sangat memadai dan toleran bagi seluruh pemeluk agama.

Ekspos akhir ini tidak hanya menjadi ajang pemaparan angka, melainkan juga merumuskan rekomendasi kebijakan strategis berbasis nilai ke depan. Beberapa poin penting yang dihasilkan meliputi penguatan literasi digital untuk menangkal degradasi sosial di dunia maya, pelembagaan tradisi lokal seperti gotong royong melalui program berbasis komunitas, hingga integrasi IKS ke dalam dokumen RPJMD agar indeks kesalehan sosial dapat dijadikan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) daerah, setara dengan indikator pertumbuhan ekonomi.
Pertemuan daring ini diikuti secara interaktif oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari jajaran Litbang Bappeda Ngawi, perwakilan Dinas Sosial, Satpol PP, FKUB Kabupaten Ngawi, hingga Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Madiun, guna menyepakati sinergi implementasi kebijakan ke depan.
