GERDU BURANG KETINGGerakan Peduli Balita Gizi Buruk, Kurang, Stunting dan Ibu Hamil KEK di Wilayah Kerja Puskesmas Widodaren

Masalah gizi pada balita dan ibu hamil merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang krusial. Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, yang mengakibatkan gangguan pertumbuhan anak sehingga tinggi badannya lebih pendek dari standar usianya. Sementara itu, Gizi Buruk ditandai dengan kondisi sangat kurus (BB/PB atau BB/TB < -3 SD dan/atau LiLA < 11,5 cm usia 6-59 bulan), dan Gizi Kurang ditandai kondisi kurus (-2 SD sampai -3 SD dan/atau LiLA 11,5–12,5 cm).
Masyarakat kerap menganggap kondisi tubuh pendek sebagai faktor keturunan (genetik). Padahal, genetika merupakan faktor determinan kesehatan dengan pengaruh paling kecil dibandingkan faktor perilaku, lingkungan, dan pelayanan kesehatan. Dengan kata lain, stunting adalah masalah yang dapat dicegah.
Secara nasional, prevalensi stunting berada pada angka 21,6%. Di Kabupaten Ngawi, capaian SSGI/SKI sebesar 14% telah memenuhi target. Namun, data E-PPGM menunjukkan tren yang fluktuatif di tingkat daerah (10,26% pada 2022; 10,85% pada 2023; dan 10,01% pada 2024). Di Puskesmas Widodaren, hasil bulan timbang menunjukkan stagnansi penurunan: 11,3% (Ags 2022), 12,3% (Feb 2023), 10,0% (Ags 2023), dan 10,2% (Ags 2024). Menanggapi stagnansi ini, Kepala Puskesmas bersama PJ Kluster 2, Lintas Program, dan Programer Gizi menginisiasi inovasi terintegrasi GERDU BURANG KETING.

Inovasi GERDU BURANG KETING disusun untuk mendukung Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting yang mencakup 5 Pilar (Komitmen Kepemimpinan, Komunikasi Perubahan Perilaku, Konvergensi Layanan, Ketahanan Pangan & Gizi, serta Penguatan System & Data). Inovasi ini memadukan 9 elemen inovatif utama:
1. Pemeriksaan komprehensif kesehatan ibu dan balita.
2. Konsultasi, skrining, dan pendekatan psikologi.
3. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Plus Plus.
4. Kelompok bermain anak dan senam ibu hamil.
5. Pendekatan layanan kunjungan rumah gerakan masyarakat.
6. Akses cepat komunikasi via Grup WhatsApp.
7. Program Kelon Bu Parlan dan Kelon ABA.
8. Edukasi dan terapi pijat stimulasi nafsu makan.
9. Gerakan Orang Tua Asuh (GOTA) tingkat Desa, Kecamatan, dan Puskesmas.

Agenda utama inovasi mencakup pendekatan layanan terpadu, pemantauan status gizi mendalam, serta penciptaan suasana bermain yang membahagiakan bagi anak. Fokus khusus diberikan untuk menjangkau kasus stunting ekstrem yang tidak hanya dipicu oleh faktor gizi, melainkan oleh determinan sosial-ekonomi. Rencana Kegiatan Utama Inovasi:
• Monitoring berkala berat badan ibu hamil & balita bermasalah gizi.
• Monitoring tinggi badan balita secara presisi.
• Pemantauan berkala status gizi balita rentan.
• Edukasi gizi intensif bagi ibu hamil dan ibu balita.

Inovasi ini diuji coba pada Januari 2025 dan diimplementasikan secara penuh mulai Mei 2025. Melalui keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dan lintas sektor, gerakan ini bertujuan untuk menuntaskan masalah gizi dan mempercepat eliminasi stunting di wilayah kerja Puskesmas Widodaren.

GERDU BURANG KETING merupakan solusi konvergensi holistik dalam mengatasi kebuntuan penurunan stunting di tingkat puskesmas. Melalui pendekatan klinis, sosial, dan ekonomi yang terintegrasi, inovasi ini menargetkan pencapaian strategis berupa:
• Validitas Data: Terwujudnya basis data jumlah balita bermasalah gizi yang akurat dan real-time.
• Peningkatan Paham Masyarakat: Masyarakat memiliki pemahaman mendalam tentang pencegahan stunting dan aktif berpartisipasi bersama petugas kesehatan.
• Deteksi & Penanganan Dini: Bayi dan balita berisiko stunting cepat terdeteksi serta mendapatkan intervensi medis/sosial secara tepat.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid (Puskesmas, Kecamatan, Desa, dan Masyarkat) serta sinergi program GOTA, diharapkan prevalensi stunting di Puskesmas Widodaren dapat turun secara signifikan dan berkelanjutan.

Scroll to Top