NGAWI, BAPPEDA – Kabupaten Ngawi kembali menjadi jujukan studi komparatif terkait tata kelola program kemitraan strategis. Pada Kamis (2/7/2026), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ngawi menerima kunjungan kerja dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Magetan.
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka studi tiru pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) atau yang akrab dikenal sebagai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) / Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam pertemuan tersebut, rombongan dari DPMPTSP Kabupaten Magetan berkesempatan untuk menggali dan mempelajari secara mendalam iklim TJSP yang telah berjalan mapan di Kabupaten Ngawi. Fokus diskusi berpusat pada tiga pilar utama, yaitu mekanisme pelaksanaan program di lapangan, regulasi dan sistem perizinan yang mendukung, hingga rekam jejak perjalanan Kabupaten Ngawi dalam menyelaraskan kontribusi sektor swasta dengan program pembangunan daerah.

Pihak DPMPTSP Magetan menilai bahwa tata kelola TJSP di Kabupaten Ngawi berhasil menciptakan sinergi yang harmonis antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Melalui studi tiru ini, mereka berharap dapat mengadopsi skema serta praktik baik (best practices) yang ada di Ngawi untuk kemudian diimplementasikan dalam mengoptimalkan potensi investasi dan kepedulian sosial perusahaan di Kabupaten Magetan.
Pertemuan interaktif ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga komunikasi dan koordinasi antar-daerah. Melalui transfer pengetahuan ini, diharapkan pengelolaan TJSP di kedua kabupaten dapat semakin akuntabel, berdampak nyata bagi masyarakat, serta mampu mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Litbang)